oleh

Kasus Baru dan Angka Kematian Pasien Mengalami Penambahan

Kenali.co.id,jambi- Penyebaran corona virus (covid-19) di Provinsi Jambi terus melonjak. Selain kasus baru, angka kematian pasien akibat corona juga terus mengalami penambahan. Dalam tiga hari belakangan, tercatat lima orang meninggal dunia akibat virus asal Wuhan, China tersebut.

Data dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, pada Senin (3/5) kemarin, bertambah satu orang meninggal. Pasien yang meninggal berasal dari Tanjab Barat. Kini total warga Jambi yang meninggal akibat corona sudah mencapai 121 orang.

Jumlah pasien baru terkonfirmasi positif juga bertambah cukup banyak. Yakni 82 orang. Kini total warga yang sudah terkonfirmasi positif di Provinsi Jambi menjadi 7.890 orang. Atau hampir tembus 8.000 orang. Ke 82 pasien baru tersebut berasal dari Kerinci 1 orang, Kota Jambi 36 orang,Tanjab Timur 1 orang, Tanjab Barat 2 orang, Sarolangun 1 orang dan Muaro Jambi 47 orang.

Sementara itu, angka kesembuhan hanya bertambah 45 orang, sehingga total menjadi 6.276 pasien. Tambahan pasien sembuh berasal dari Kota Jambi 25 orang dan Tanjab Barat 20 orang

Selain di Jambi, kenaikan kasus positif covid-19 juga terjadi di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Ini diungkapkan Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (3/5). “Kita lihat hampir semua provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan kasus, baik kasus aktif maupun penurunan angka kesembuhan serta peningkatan angka kematian di seluruh provinsi,” kata Doni.

Doni pun meminta bagi seluruh kepala daerah di Pulau Sumatera betul-betul mengevaluasi kebijakannya secepat mungkin. “Jangan sampai terlambat karena ketika terlambat melakukan pengetatan dan langkah-langkah pencegahan maka kasus eksponensial ini akan tidak terkontrol,” kata dia.

Doni mencontohkan pada September-Oktober di Jakarta terjadi peningkatan jumlah kasus positif covid-19 karena adanya pelonggaran kegiatan ditambah dengan liburan.

“Maka rumah sakit Wisma Atlet mengalami kepenuhan sehingga terjadi antrean ambulans yang cukup panjang, pengalaman-pengalaman ini diharapkan betul-betul menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak terulang kembali pada periode mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menekankan larangan mudik yang disampaikan Presiden Jokowi agar dipatuhi masyarakat. “Bapak Presiden sudah beberapa kali menegaskan yaitu dilarang mudik. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan setelah mendapatkan begitu banyak masukan dan juga dari data yang dikumpulkan selama setahun terakhir,” jelasnya.

Doni pun menegaskan bahwa larangan mudik tersebut menjadi narasi tunggal.

“Tidak boleh ada pejabat mana pun yang berbeda narasinya dari narasi pusat, ini adalah keputusan politik negara, kepala negara adalah bapak Presiden Jokowi, mohon sekali lagi seluruh komponen bangsa untuk betul-betul mengikuti arahan ini,” tegasnya.

Bila kepala daerah terlambat memberi pengumuman larangan mudik maka yang akan terjadi adalah peningkatan kasus. “Setelah Bapak Presiden mengumumkan larangan mudik ini, masih ada 7 persen yang nekat akan mudik. Bahkan sebelum Lebaran sudah ada yang kembali ke kampung halaman untuk melakukan berbagai macam aktivitas,” ungkap Doni.

Senada dengan Doni, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada 5 provinsi kenaikan kasus di Pulau Sumatera yakni Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

“Kepri itu ada beberapa daerah seperti di Bintan dan kota Batam, di Riau ada Bengkalis, Kampar, kota Dumai, kota Pekanbaru, Kuansing, Rohil (Rokan Hilir) dan Rohul (Rokan Hulu), sedangkan Bengkulu di Kepahiang, Kota Bengkulu kemudian di Lampung ada Lampung Timur, Lampung Utara sedangkan di Bangka Belitung adalah Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Pangkal Pinang. Di Sumatera Barat ada Agam, kota Padang kemudian Jambi ada Batanghari,” kata Airlangga.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 2 Mei 2021, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 4.394 orang sehingga total kasus mencapai 1.677.274 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 3.740 orang menjadi 1.530.718 orang dan pasien meninggal dunia bertambah 144 orang sehingga totalnya 45.796 orang telah meninggal.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT