oleh

Polisi Kejar Pemilik Ekstasi Chargo Bandara

Kenali.co.id, Jambi-Satresnarkoba Polresta Jambi terus mengembangkan kasus Syafat (49) seorang bandar narkotika jenis ekstasi jaringan antar pulau di Indonesia.

Kasat Resnarkoba Polresta Jambi, AKP George Alexander Pakke mengatakan, sejak berhasil mengungkap kasus penyeludupan ekstasi tersebut, yang dikirim melalui Cargo Bandara Sultan Thaha Jambi, beberapa waktu lalu, kini pihaknya kembali menetapkan satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sejak awal kasus ini terus kita kembangkan, dan cari pemilik barang bukti tersebut, dengan mengumpulkan sejumlah petunjuk, kita lakukan lagi penyelidikan dan sudah kita tetapkan satu orang sebagai DPO,” katanya.

Namun, demi kepentingan penyelidikan, dia tidak menyebut inisial DPO tersebut hanya saja pelaku DPO tersebut berasal dari daerah Pekanbaru.

Katanya, DPO tersebut diduga sebagai pemilik 976 butir pil ekstasi, yang diamankan dari Syafat, bandar narkotika jaringan antar pulau, yang berhasil diringkus oleh timnya, Minggu (17/1) lalu.

Tidak hanya itu, kasat menjelaskan, aksi penyeludupan ekstasi menggunakan salah satu perusahaan jasa pengiriman, dan dikirim melalu cargo bandara bukan kali pertama dilakukan oleh kedua pelaku Syafat dan DPO yang kini diburu oleh timnya.

Pengakuan Syafat, sebelum berhasil diringkus, dia mengaku sudah tiga kali memesan ekstasi dari DPO, yang belakangan diketahui merupakan Warga Pekanbaru, Provinsi Riau.

“Pengakuannya, sudah tiga kali mesan barang sama target kita ini, dan kita masih lakukan pengejaran,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Syafaat diamankan di Kota Para-pare, Provinsi Sulsel usai Polisi menemukan paket berisi ekstasi di Cargo Bandara Sultan Thaha Jambi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dikenakan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132  ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman minimal 20 tahun penjara.(*)

sumber:ji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT