6 Fakta Rumah Adat Jambi Kajang Leko

  • Bagikan

Kenali.co.id, Jambi –  Salah satu rumah adat yang ada di Indonesia adalah rumah adat Jambi bernama Kajang Leko. Rumah adat ini memiliki arsitektur bangunan yang unik dengan latar belakang yang tak lepas dari faktor budaya.

Sahabat 99, apakah kamu sudah tahu tentang rumah adat Jambi Kajang Leko?

Rumah Kajang Leko memiliki gaya seperti rumah adat di Indonesia pada umumnya.

Rumah adat ini berupa rumah panggung sehingga bisa mengantisipasi banjir.

Desain tersebut juga mampu meminimalisir serangan binatang buas.

Ini yang menjadikan fungsi rumah adat di Indonesia tak kalah dengan arsitektur modern.

Asal-Usul Rumah Adat Jambi Kajang Leko

Rumah Kajang Leko berasal dari 60 tumbi atau keluarga yang pindah ke Koto Rayo.

Laman resmi Kemendikbud mencatat, awal mula rumah adat ini berkat sayembara.

Pada tahun 70-an, Gubernur Jambi kala itu pernah mengadakan sayembara “Sepucuk Jambi Sembilan Rumah”.

Ini untuk mencari rumah adat yang menjadi jati diri daerah Jambi.

Dari hasil Sayembara tersebut, yang dipilih dan dijadikan sebagai rumah adat Jambi adalah Rumah Panggung Kajang Leko.

Dilansir dari berbagai sumber, suku yang mendiami provinsi Jambi sendiri adalah suku Batin.

Provinsi yang terletak di sekitar tepian Sungai Batanghari ini pun dibentuk dari berbagai kebudayaan.

Ini berasal dari bermacam-macam etnik, strata sosial, ekonomi, dan sebagainya.

Keberagaman budaya dapat dilihat dari rumah Kajang Leko.

Rumah Kajang Leko merupakan konsep arsitektur dari marga Bathin.

Sampai saat ini, orang Bathin masih tetap mempertahankan adat istiadat yang ditinggalkan oleh nenek moyang.

6 Fakta Rumah Adat Jambi Kajang Leko

1. Konstruksi Rumah Adat Jambi

konstruksi rumah adat jambi

Konsep rumah adat ini dirancang oleh arsitektur marga batin.

Bentuknya persegi panjang dengan ukuran 12 x 9 meter.

Bangunan ini berdiri dengan ditopang 30 tiang berukuran besar, di mana 24 merupakan tiang utama dan 6 lagi merupakan tiang pelamban.

Rumah adat Jambi ini memiliki dua tangga.

Sebelah kanan sebagai tangga utama dan sebelah kiri merupakan tangga penteh.

2. Bagian Atap

Konstruksi bagian atap dari rumah adat ini pun sangat unik.

Atapnya diberi nama “gajah mabuk” sesuai dengan nama pembuat desain.

Dikutip situs Kemendikbud, ternyata kala itu pembuat desain sedang mabuk cinta tetapi tidak mendapat restu dari orang tuanya.

Sementara, bubungan atapnya seperti perahu dengan ujung atas melengkung dan terbuat dari anyaman ijuk.

Lengkungan ini disebut potong jerambah atau lipat kajang.

3. Dinding dan Plafon

Dinding rumah Kajang Leko sangatlah elok.

Ini karena terbuat dari kayu dengan hiasan ukiran yang cantik.

Di bagian langit-langit, terdapat material yang disebut tebar layar.

Tebar layar ini merupakan plafon yang memisahkan antara ruangan loteng dengan ruangan di bawahnya.

Ruang loteng ini sering digunakan sebagai ruang penyimpanan.

Adapun untuk menuju ke ruangan ini, menggunakan tangga patetah.

4. Jumlah Ruangan

jumlah ruangan kajang leko

Ruangan di dalam sebuah rumah adat memiliki fungsinya masing-masing.

Setiap ruangan memiliki makna yang khusus terutama dalam rumah adat Jambi ini.

Secara umum, rumah adat Jambi ini terdiri dari 8 ruang, yaitu:

1. Pelamban

Pelamban merupakan bagian bangunan yang berada di sebelah kiri bangunan induk.

Lantainya terbuat dari bambu belah yang telah diawetkan.

Kemudian bambu ini dipasang dengan jarak untuk mempermudah air mengalir di bawahnya.

2. Ruang Gaho

Ruang yang terdapat di ujung sebelah kiri bangunan ini memiliki arah memanjang.

Di dalam ruangan gaho ini terdapat dapur, ruang tempat air, dan ruang tempat menyimpan.

3. Ruang Masinding

Ruang masinding merupakan serambi depan yang digunakan untuk menerima tamu.

Dalam musyawarah adat, ruangan ini digunakan untuk tempat duduk orang biasa.

Uniknya, hanya tamu laki-laki saja yang ditempatkan di ruangan ini.

4. Ruang Tengah

Ruangan ini berada di tengah-tengah bangunan antara ruang tengah dan ruang masinding tidak memakai dinding.

Pada saat pelaksanaan upacara adat, ruangan ini ditempati oleh perempuan.

5. Ruang Balik Menahan

Ruang balik menahan merupakan serambi dalam yang terdiri dari beberapa ruang.

Ini terdiri dari ruang makan, ruang tidur orang tua, dan ruang tidur anak gadis.

6. Ruang Balik Melintang

Ruangan ini berada di ujung sebelah kanan bangunan dan menghadap ke ruang tengan dan ruang masinding.

Lantai ruangan dibuat lebih tinggi daripada ruangan lainnya karena dianggap sebagai ruang utama.

Ruangan ini tidak boleh ditempati oleh sembarang orang.

7. Ruang Atas/Penteh

Penteh merupakan ruang yang ada di atas bangunan.

Ruang ini seperti plafon yang membatasi antara atap dan bagian bawah.

Penteh biasanya digunakan untuk menyimpan barang.

8. Ruang Bawah/Bauman

Bauman merupakan ruang bawah tidak berlantai dan tidak berdinding.

Ruangan ini digunakan untuk menyimpan, memasak ketika ada pesta dan untuk kegiatan-kegiatan lainnya.

5. Ornamen

ornamen rumah adat jambi

Ornamen dan hiasan pada rumah adat Kajang Leko ini memiliki beberapa motif ragam hias, lo.

Ciri khas motif yang digunakan adalah motif flora dan fauna.

Motif flora yang digunakan antara lain motif bungo tanjung, tampuk manggis dan bungo jeruk.

Motif bungo tanjung ini biasanya diukirkan di bagian depan masinding sedangkan motif bungo jeruk di luar rasuk atau belandar dan di atas pintu.

Diukir dengan motif flora karena untuk menunjukkan bahwa di Jambi terdapat banyak tumbuh-tumbuhan.

Selain itu juga sebagai lambang bahwa pentingnya peran hutan terhadap masyarakat Jambi.

Sementara itu, motif fauna merupakan motif binatang.

Motif yang digunakan adalah motif ikan yang merupakan lambang bahwa masyarakat Jambi adalah nelayan.

Motif fauna biasa diukir di bagian bendul gaho serta balik melintang.

Hiasan yang berbentuk ikan ini sudah distilir ke dalam bentuk daun-daunan yang dilengkapi bentuk sisik ikan.

6. Susunan Rumah Adat Jambi

susunan rumah adat jambi

Rumah adat Kejang Lako khususnya di Rantau Panjang berderet memanjang satu dengan yang lainnya.

Jarak antar rumah sekitar 2 meter.

Di bagian belakang tiap rumah, terdapat sebuah bangunan khusus untuk menyimpan padi.

Bangunan ini sering disebut dengan bilik atau lumbung.(Yusuf/Kenali.co.id)


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *