7 Makanan Khas Kota Depok Lezat dan Legit yang Harus Anda Coba

kenali.co.id, KULINER – Jalan-jalan ke luar kota sangat tidak afdol jika tidak mencicipi kuliner khas daerah yang Anda kunjungi. Terutama, jika Anda berkunjung ke kota belimbing alias Depok. Kota yang tidak jauh dari Jakarta ini, memiliki pengaruh budaya dari Betawi suku asli Jakarta. Kemudian, budaya Belanda saat kolonialis datang menguasai wilayah Depok. Budaya-budaya yang dibawa tersebut perlahan terakulturasi menjadi sesuatu yang khas. Berikut makanan khas kota Depok yang wajib Anda Coba.

1. Dodol Belimbing

Dodol belimbing Depok memang dibuat dari belimbing, bukan sekadar namanya saja. Pengolahannya direbus dengan berbagai bahan dasar buah belimbing segar yang dicampur gula, santan kelapa dan tepung beras ketan sebagai pembentuk cita rasa yang khas dari dodol.

Namun, pembeda dodol belimbing khas Depok dengan dodol khas daerah lainnya adalah tekstur dodolnya. Dodol belimbing Depok tidak sekenyal dodol lain sehingga lembut dan mudah dikunyah. Kesegaran buah belimbing juga tetap Anda rasakan di setiap gigitan dodol Depok ini. Jika Anda tertarik membeli, cukup keluarkan biaya mulai Rp 20 ribuan per boks.

2. Bakso Comberan

Comberan atau selokan berair hitam pekat mungkin sangat menjijikan bagi Anda terutama jika namanya disandingkan dengan makanan. Di Depok Anda bakal mengetahui kuliner bakso comberan yang khas sejak 1995. Meskipun namanya memberikan kesan yang kurang mengenakan dan aneh, masyarakat dari berbagai penjuru daerah justru penasaran dengan bakso ini. Comberan yang dimaksud dalam nama bakso ini berasal dari kuahnya yang hitam, tetapi rasanya sangat gurih dan mantap.

3. Sirup Belimbing

Sirup belimbing adalah rangkaian hasil kreatif produksi belimbing yang khas dari Depok. Rasanya asam dan manis yang cocok Anda padukan dengan segelas es batu. Produk oleh-oleh Depok ini bakal jarang Anda temukan di pasaran karena perasa belimbing tidak terlalu menarik untuk diproduksi bagi pabrik-pabrik di luar Depok. Sirup belimbing per botol biasanya dijual dengan harga mukai Rp 15 ribuan. Jika sudah membeli sebotol sirup belimbing ini, Anda bisa langsung menyimpannya di kulkas atau suhu ruang yang disarankan dalam kemasan sirup.

Baca Juga :  Warung Kemuning 36, Tempat Makan Khas Jawa Timur di Salatiga

4. Perkedel Bakar

Sejarah panjang perkedel bakar ternyata tidak sesederhana ketika Anda membuat perkedel bakar khas Depok. Perkedel bakar yang lezat ini biasanya hanya Anda temui dengan cara digoreng. Namun, pengaruh Belanda Depok, yaitu keturunan Belanda yang berada di Depok saat era kolonialis menjadikan Depok memiliki perkedel yang dibakar. Pembuatannya sama seperti perkedel umumnya, yaitu dari kentang rebus yang ditumbuk lalu dibumbui rempah-rempah maupun ditambah campuran lain seperti daging ayam atau sapi. Kemudian, adonan perkedel bakar Depok dimasukkan ke dalam loyang dan dipanggang menggunakan oven.

5. Nastar Belimbing

Nastar Depok adalah salah satu makanan hasil olahan belimbing yang memiliki pengaruh dari Belanda. Nastar yang Anda makan biasanya dicampur dengan kacang gurih, selai stroberi, dan nanas. Namun, adonan nastar yang berbentuk oval khas Depok akan Anda temui dengan isian belimbing yang sangat terasa di lidah. Nastar belimbing Depok biasanya dijual per toples mulai Rp 20 ribuan. Penggemar aneka kue wajib coba nastar belimbing yang satu ini!

6. Peyek Gale

Peyek yang Anda lihat pada umumnya memiliki bentuk yang tidak senada alias digoreng dengan asal-asalan. Berbeda dengan peyek gale yang bakal Anda jumpai di Depok. Peyek gale berbentuk seperti jajan kembang goyang yang juga sama-sama digoreng. Adonan peyek gale terbuat dari tepung beras dengan beraneka ragam campuran selain rempah dan daun kucai. Antara lain, Anda dapat menikmati peyek gale rasa ebi, kacang, bayam dan lainnya. Cocok untuk pengganti kerupuk.

7. Es Selendang Mayang

Kuliner Depok juga berpengaruh dari Betawi yang khas dengan bahan-bahan alami. Salah satunya es selendang mayang yang segar dan gurih dari santan. Dari nama kuliner Depok ini memiliki sejarah, yaitu mayang yang berarti sesuatu yang indah atau cantik yang berasal dari tiga warna khas pudding seperti merah, putih, dan hijau. Kemudian, nama selendang yang diambil dari tekstur pudding lembut hingga bisa digoyangkan dalam campuran es ini dengan bentuk yang lebar seperti selendang atau kain gendong. Dalam satu porsi es selendang mayang disajikan dengan campuran sirup, santan, gula merah, dan es batu atau es serut.

Baca Juga :  Jalan-jalan Asyik Mencicipi Kuliner dan Keliling Sentra Kerajinan Kulit Garut

*intan/kenali.co.id