Airlangga Ingatkan TPID Mampu Mengendalikan Inflasi

  • Bagikan
airlangga turun ke pasar. foto golkar ria
info seputar jambi

KENALI.CO.ID, Jakarta-Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) Airlangga Hartarto mengingatkan seluruh pihak terutama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mampu mengendalikan inflasi menjelang pergantian tahun dan perayaan Natal 2022.

Hal ini disampaikan Airlangga saat memberikan arahan strategi untuk bisa mengendalikan inflasi menjelang akhir tahun.

Menurut Menko Bidang Perekonomian ini, transportasi merupakan sektor penyumbang inflasi terbesar sejak dilakukannya perbaikan dalam kegiatan penanganan dampak Covid-19.

Salah satu inflasi yang keras itu pada sektor transportasi, sehingga kita akan menjaga sektor transportasi agar tidak terus menyumbangkan inflasi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melihat karena sektor terbesar yakni transportasi,” kata Airlangga Hartarto

Airlaqga mengatakan, dengan membaiknya sektor transportasi, akan tinggi juga mobilitas penduduk. Maka pihaknya akan terus evaluasi tarif batas penerbangan. “Sektor transportasi memang membaik sejalan dengan perbaikan penanganan pandemi Covid-19. Sehingga mobilitas penduduk sudah mulai meningkat, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru. Akan tetapi, tentu tarif batas atas penerbangan perlu kita evaluasi.” tuturnya.

Dalam Rakor Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Sulawesi, Kalimantan, Papua dan Maluku membahas beberapa komoditas yang berpotensi bisa mengganggu inflasi. “Komoditas tersebut antara lain, bawang merah, daging ayam, telur ayam, beras, tempe, minyak dan goreng curah,” katanya.

“TPIP akan memberikan surat agar ini bisa dimanfaatkan. Beberapa hal yang menjadi catatan ke depan bahwa inflasi perlu ditangani secara lebih baik, karena kita akan mencatatnya di bulan Desember, agar pertumbuhan ekonomi kita berkualitas bisa dicapai jika inflasinya bisa ditekan,” kata Airlangga.

Salah satu solusinya tentu dengan perluasan kerjasama antar daerah, kemudian sarana prasarana yang terkait sentra produksi, dan dengan badan pangan operasi pasar pangan murah atau dengan Bulog. Selain itu, Airlangga juga menyampaikan bahwa masih ada beberapa hal lain yang juga harus di dorong untuk keberhasilan menekan harga BBM.(*)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *