Bahaya Mengemudi di Lajur Kanan Jalan Tol

  • Bagikan
Jalan Tol
Volume Lalu Lintas di Jalan Tol Meningkat, Jasa Marga Imbau Warga Patuhi Aturan Berkendara(Jasa Marga )

Kenali.co.id, KENALI NASIONAL JAKARTA – Jalan tol merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam memudahkan masyarakat untuk bisa melakukan mobilitas, baik dalam hal ekonomi maupun sosial dengan baik dan cepat.

Mengemudikan mobil di jalan tol harus mengikuti aturan dan kaidah yang berlaku. Sebab berkendara di jalan tol memiliki sedikit perbedaan dengan jalan raya.

Selain batas kecepatan, pemilihan lajur yang sesuai juga merupakan kunci keamanan pada saat mengemudi di jalan tol. Pasalnya, di lajur kanan biasanya digunakan oleh pengemudi dengan kecepatan tinggi untuk mendahuli kendaraan di depannya.

Aturan ini pun sebenarnya ditulis pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 108 tentang Jalur dan Lajur Lalu Lintas. Ayat ketiga mengatakan, sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.

Tangkapan layar video pejalan kaki menyeberang sembarang di ruas Jalan Tol JORR arah Fatmawati, Jakarta Selatan.(INSTAGRAM/@dashcamindonesia)

Sedangkan lajur kanan hanya boleh digunakan bagi kendaraan yang lebih cepat, akan belok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, peluang terjadinya kecelakaan membesar ketika seseorang tidak berkonsentrasi secara penuh.

Padahal sudah banyak contoh kecelakaan, namun banyak pengendara tidak peduli bahwa lajur kanan sebetulnya paling berbahaya.

“Kenapa berbahaya? Lajur kanan itu merupakan yang paling cepat laju kendaraannya. Biasanya saling mendahului pada lajur kanan, sehingga jarang yang menjaga jarak,” kata Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, pengendara yang melaju di lajur kanan juga harus mengetahui batas kecepatan yang aman. Tujuannya agar selalu mendapat jarak aman dengan kendaraan di depan.

Main Road Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai(Hutama Karya)

Sementara itu, untuk kendaraan yang berada di lajur dua atau tiga, sebaiknya lebih berhati-hati ketika akan berpindah lajur ke jalur kanan.

“Beri ruang untuk kendaraan yang akan mendahului, biasanya mereka ada kepentingan yang lebih utama,” ucap Sony.

Pada saat akan berpindah lajur, jangan lupa untuk memberi isyarat berupa lampi sein dan memastikan kondisi di belakang mobil melalui kaca spion agar aman saat pindah lajur.

Kemudian jika sudah mendahului, segera untuk kembali lagi ke lajur kiri, untuk menghindari kecelakan tabrakan beruntun yang biasa terjadi di lajur kanan. (Dhea/Kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *