JAMBI  

Baliho dan Poster Bacaleg Ada DImana-Mana, Begini Kata Komisioner KPU Provinsi Jambi

KENALI.CO.ID, JAMBI – Masa kampanye belum dimulai, namun banyak beliho, poster Bakal Calon (Bacaleg) dipasang di jalan-jalan maupun di sudut-sudut kota.

Ratusan alat peraga tersebut disebarkan oleh para Bacaleg untuk melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat di Provinsi Jambi.

Anggota KPU Provinsi Jambi Divisi Hukum dan Pengawasan, Suparmin mengatakan bahwa yang diperkenankan untuk melakukan sosialisasi adalah partai politik dengan menampilkan logo partai dan nomor urutnya.

KPU melarang siapapun mengaku sebagai Caleg sebelum penetapan Caleg, termasuk larangan memasang alat peraga sosialisasi walaupun tanpa ajakan memilih.

Hal tersebut dikarenakan saat ini Partai Politik baru mengajukan Bacaleg ke KPU, sehingga belum resmi menjadi calon legislatif atau caleg.

Namun kenyataan di lapangan sudah banyak yang memasang foto dan namanya dengan background logo partai dengan menyebut sebagai Caleg DPR beserta Dapil.

“Itu belum boleh karena belum saatnya, kalau sebagai Caleg ya tidak bisa, karena itukan klaim mereka, kita kan baru bakal calon, ya memang kan belum ada calon, dalam kapasitas apa mereka menyatakan diri sebagi caleg, prosesnya saja baru diajukan, kecuali sudah DCS ya, atau DCT lah amannya,” ujar Suparmin.

Suparmin juga mengatakan bahwa sosialisasi saat ini sangat dibatasi, partai politik hanya boleh menampilkan logo partai, nomor urut, dan visi-misi partai.

Sosok yang dapat tampil dalam sosialisasi semacam ini hanyalah Ketua Umum dan Sekretaris Partai politik untuk kepengurusan semua tingkatan.

Menurutnya sosialisasi ini dapat pula dilakukan di media sosial tak berbayar, tetapi dilarang dilakukan di media elektronik, cetak, atau siar yang berbayar.

“Yang dilarang atau tidak boleh adalah ajakan. Tidak boleh (menyebut) pilih partai kami, namanya partai apa, nomor apa, Dapil berapa, itu juga belum boleh. Karena salah satu esensi kampanye adalah ajakan memilih dirinya, sekarang ini belum saatnya kampanye,” jelasnya.

Baca Juga :  Layanan Kependudukan Dihentikan Sementara

Agar tidak menyalahi aturan, kata Suparmin para Bacaleg boleh memasang foto mereka sendiri namun dilarang meyebut sebagai Caleg, menempatkan Dapil, ataupun nomor urut.

Hanya foto, nama, logo partai, nomor urut partai, ataupun jabatan di Partai, tanpa embel-embel Caleg dan Dapil.

Suparmin pun mengakui bahwa ini memang wilayah abu-abu, karena belum dibuat PKPU yang mengatur sosialisasi pasca penetapan partai politik sampai dengan penetapan caleg.

Namun ada PKPU Nomor 33 Tahun 2018 yang masih berlaku hingga hari ini, dalam pasal 25 tegas menyatakan bahwa yang boleh melakukan sosialisasi hanya partai politik.(*Shofyan Hadi/KENALI.CO.ID)