Cegah Lonjakan Covid-19, Akselerasi Vaksinasi dan Prokes Ketat Kuncinya

  • Bagikan

Kenali.co.id,-Evaluasi perkembangan penerapan PPKM pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali dilakukan setiap minggu. Untuk minggu ini bagian dari evaluasi PPKM periode 19 Oktober-8 November 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, secara umum situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah jauh membaik pada minggu ini, jika dibanding periode sebelumnya.

“Tren jumlah Kabupaten/Kota Level 4 dan Level 3 terus menurun, meskipun pada minggu ini terdapat 2 Kabupaten/Kota yang masih ada di Level 4 yaitu Kab Bulungan (Kalimantan Utara) dan Kab Tambraw (Papua Barat),” kata Airlangga dalam Konferensi Pers Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi PPKM secara virtual, di Jakarta, Senin (25/10/2021).

“Yang disebabkan oleh kenaikan jumlah kematian pada beberapa hari ini, dan tracing yang masih ‘terbatas’ serta capaian vaksinasi Dosis-1 yang perlu dinaikkan, khususnya Tambraw yang tercatat masih 8%, sedangkan Bulungan sudah cukup bagus yaitu 59%,” tambahnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, untuk capaian Vaksinasi Dosis-2 di Luar Jawa-Bali, baru 4 Provinsi yang capaiannya di atas nasional yaitu Kepulauan Riau, Kep Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Jambi. Sedangkan, 23 Provinsi lainnya masih berada di bawah capaian nasional yang sebesar 32,67%.

“Arahan dari Bapak Presiden, capaian vaksinasi harus terus diakselerasi, dan beliau memberi catatan khusus untuk Aceh, Papua, Sumatera Barat, Sulawesi Barat karena mereka adalah (beberapa provinsi) yang cukup rendah capaiannya yaitu di kisaran 24%-33%,” tutur Airlangga.

Pencapaian vaksinasi di suatu daerah kata Airlangga, juga juga menjadi prasyarat dan ukuran kesiapan daerah dalam menyelenggarakan sebuah event besar yang melibatkan banyak orang. Salah satu contohnya adalah event World Superbike (WSBK) yang akan diadakan di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada 19-21 November 2021 mendatang.

“Di sini, Lombok Tengah termasuk di Level 2 karena kapasitas respon yang masih ‘Sedang’, sehingga perlu ditingkatkan kapasitas 3T khususnya Tracing,” ujarnya.

“Sedangkan capaian Vaksinasi Dosis-1 sebesar 68,69% dan Dosis-2 sebesar 21,55%. Padahal target capaian vaksinasi saat penyelenggaraan WSBK adalah 70% Dosis-1 di 5 Kabupaten/Kota di Pulau Lombok,” sambung Menko Airlangga.

Untuk diketahui, dari data kasus aktif secara nasional per 25 Oktober, tercatat sebesar 13.554 kasus atau 0,3% dari total kasus. Data ini sudah turun 97,6% dari puncak kasus di 24 Juli 2021, jauh di bawah rata-rata global yang sebesar 7,4%.

Kasus Konfirmasi Harian rata-rata 7 hari (7DMA) adalah 752 kasus, dengan tren yang terus menurun, dan pada 25 Oktober 2021 Kasus Harian sebanyak 460 kasus, atau sudah turun 99,1% dari puncaknya di 15 Juli 2021 yang sebesar 56.757 kasus per hari. Jumlah rata-rata orang yang diperiksa dalam 7 hari (7DMA) pun relatif stabil di kisaran 160-170 ribu orang.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Riani/Kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *