Delapan Organisasi Profesi Kesehatan di Jambi Tolak RUU Kesehatan

  • Bagikan
penolakan RUU kesehatan disampaikan dalam konfrensi pers
info seputar jambi

KENALI.CO.ID, Jambi- Delapan organisasi profesi kesehatan yang ada di Jambi, menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law). Delapan organisasi tersebut yakni IDI Wilayah Jambi, DPW PPNI Provinsi Jambi, DPW PATEKI Provinsi Jambi, PD PAFI Provinsi Jambi, PD IBI Provinsi Jambi, PDGI Wilayah Jambi, IAI Provinsi Jambi dan PTGMI Provinsi Jambi. Penolakan itu disampaikan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Rumah Kito Hotel dan Resort, Selasa 29 November 2022.

dr. R. Deden Sucahyana, Sp.B.,M.Kes, FINACS, FICS  Ketua Forum Organisasi  Profesi Kesehatan se-Provinsi Jambi, yang juga Ketua IDI Wilayah Jambi itu didamping Sekretaris Ns. Umar S.Kep.,M.KM menyebutkan penolakan RUU Kesehatan (Omnibus Law) dikarenakan penetapan program prioritas Prolegnas oleh DPR RI. Dimana salah satu RUU yang menjadi agenda pembahasan adalah RUU Kesehatan (Omnibus Law).

“organisasi kesehatan yang telah diakui dan menjalankan fungsi serta peran, berdasarkan amanah dibeberapa undang-undang Lex Specialis bidang kesehatan (a.I UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UNo. 36 tentang tahun 2014 Tenaga Kesehatan, UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, UU No. 4 tahun 2019, res),” kata Ketua , dr. R. Deden Sucahyana,.

“RUU Kesehatan (Omnibus Law) , perlu sinergitas Pemerintah, DPR RI, organisiasi profesi kesehatan dalam setiap kebijakan dibidang kesehatan”katanya.

Mereka juga  Mendukung penuh perbaikan birokrasi dalam setiap aspek pelayanan di bidang kesehatan, dengan melibatkan organisasi profesi terkait, sehingga profesionalisme tetap terjaga, dan keselamatan serta perlindungan masyarakat penerima pelayanan kesehatan tetap diupayakan.

” Semua Kebijakan kesehatan harus mengedepankan jaminan hak kesehatan masyarakat, yang bertanggung jawab, memiliki etika, dan moral yang tinggi, keahlian, dan kewenangan yang secara terus menerus harus dijaga dan ditingkatkan mutunya melalui peran Pemerintah, dan organisasi profesi kesehatan,” terangnya.(*)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *