Dinas Pariwisata Jambi Adakan Festifal Geopark Merangin Geo Fun Rafting, Wisata Situs Berusia Ratusan Juta Tahun

Geopark Merangin cocok untuk
Wisata Rafting di Geopark Merangin

Kenali.co.id, Jambi – Di area seluas 2008 kilometer persegi ini, pelancong yang ingin berwisata bisa dihibur dengan air terjun Muara Kering, Danau Pauh, Gua Tiangko dan teluk Wang Sakti. Tentunya mungkin kegiatan yang paling bakal digemari adalah rafting.

Arus deras Sungai Merangin sepanjang 13 kilometer bisa menarik pelancong untuk melakukan rafting. Biaya rafting ini sebesar Rp 800 ribu untuk empat orang pelancong serta dua guide. Ongkos biaya ini termasuk satu kali makan.

Tim Jurnalis dari Pusat dan Daerah melakukan kegiatan Rafting, di Geopark Merangin.

Selain menawarkan beberapa area obyek wisata, Geopark Merangin juga memberikan pengetahuan kepada para pelancong. Pasalnya, di area obyek wisata ini terdapat ratusan fosil batu yang bermotif daun dengan usia lebih dari 150 juta tahun.

Untuk sekedar info, Geopark Merangin ini sudah didaftarkan ke UNESCO karena dinilai sebagai cagar budaya nasional yang harus dilestarikan.

Selain itu, meski baru ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2012, jumlah pelancong dari domestik dan mancanegara estimasinya hingga sekarang sudah mencapai sekitar 6500 orang. Pelancong mancegara yang sudah pernah menjajal wisata ini antara lain Jerman, Rusia, Tiongkok, dan Singapura.

Sungai Merangin, Jalur yang dilalui Rafting (Arung Jeram).

Kekayaan alam hayati yang terhampar di bumi Indonesia ini sangat banyak dan belum semua tereksplorasi dengan baik. Padahal, sumber kekayaan alam tersebut bisa menjadi gerbang utama dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dengan tetap menjaga dan merawat kelestarian alam dan budaya setempat.

Kawasan Geo-Park Merangin yang ada di Desa Air Batu Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi kini telah dibuka untuk umum dan sedang dalam proses peningkatan status menjadi Unesco Global Geo-Park.

Bukan Objek Wisata Biasa

Geopark Merangin Jambi bukanlah objek wisata biasa, karena di kawasan Geopark Merangin ini menyimpan jejak kehidupan peradaban masa lampau diantaranya penemuan fosil kayu teluk gedang (Araucarixylon) yang usianya mencapai 350 juta tahun, dan fosil stereochia semireticalatus yaitu fosil jejak erang-kerangan (brachiopoda), kerang mutiara purba (nautiloide), dan bellerophon.

Baca Juga :  Taman Terbuka di Mal Medan Jadi Favorit Pengunjung

Selain fosil, Geopark Merangin yang masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dan secara geografis terletak di sepanjang kawasan Sungai Batang, juga menimbun banyak batuan alam, diantaranya batuan granit, batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorf.

Fosil Kerang Berusia Ratusan Juta Tahun Di Geopark Merangin.

Bagi pengunjung yang suka tantangan arung jeram (rafting), ada 6 titik jeram ekstrim yang bisa dilalui, yaitu Jeram Amin, Jeram Lade, Jeram Milan, Jeram Keluk Kesah, Jeram Geluntung Manda, dan Jeram Tilam.

Untuk mencapai kawasan Geopark Merangin, ada dua cara yang bisa ditempuh oleh Wisatawan, yaitu dengan ber-arung jeram (rafting) atau melakukan tracking di sepanjang aliran sungai yang titik awalnya dimulai di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Mengingat panjangnya jalur yang akan dilalui, tentunya para pecinta rafting akan sangat menikmati tantangan jalurnya tersebut.

Tim Jurnalis bersiap melakukan Rafting

Jika tertarik ke Geopark Merangin, sebaiknya pelancong semalam sebelumnya sudah tiba atau menginap di Kabupaten Merangin. Karena dari bandara Sultan Thaha, Kota Jambi menuju Merangin bisa ditempuh jarak 6 jam lebih. (Kenali.co.id/Rizal AB)