Gendong Piala Thomas 2020, Pertanda Hendra Setiawan Pensiun?

  • Bagikan

Kenali.co.id, JAKARTA – Hendra Setiawan pernah mengutarakan niat pada istrinya Sandiani Arief bahwa sebelum pensiun ia ingin mengantarkan Indonesia juara Piala Thomas. Bak gayung bersambut, mimpi itu benar-benar dikabulkan tahun ini.

Hendra tak henti-hentinya menebar senyuman saat kapten tim beregu putra Indonesia ini berhasil keluar sebagai juara di Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China dengan skor 3-0. Di podium juara, pebulu tangkis berusia 37 tahun itu tampak meluapkan kegembiraannya bersama pelatih dan juga rekan-rekannya.

Sandiani Arief memberikan ucapan selamat untuk sang suami karena telah menjuarai Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Minggu (17/10/2021) malam WIB. Dia mengungkapkan bahwa mimpi yang diidam-idamkan oleh sang suami akhirnya terwujud.

Hal itu dituliskan oleh wanita yang akrab disapa Sansan itu dalam keterangan foto di akun Instagram pribadinya setelah Indonesia membungkam China 3-0 di partai puncak. Dia mengunggah sebuah foto yang menampilkan Hendra sedang memegang trofi Piala Thomas 2020.

Dalam keterangan foto tersebut, Sansan mengatakan bahwa Hendra ingin merasakan gelar juara turnamen beregu sebelum pensiun.

Selain itu, dia juga memberikan selamat kepada seluruh pemain Indonesia yang telah berjuang untuk bisa mewujudkan salah satu mimpi dari suaminya itu.

“Akhirnya apa yang diimpikan @hendrasansan terwujud juga. Sebelum Hendra pensiun, (dia) pingin ngerasain juara beregu,” tulis Sansan di akun Instagram-nya, @sansan_san, Senin (18/10/2021).

“Selamat ya buat semua tim Indonesia. Terima kasih sudah berjuang keras untuk juara,hebat!” imbuhnya.

“Khusus Pak @hendrasansan, selamat akhirnya cita2nya tercapai bisa gendong piala Thomas Cup. Hahaha I’m really happy for you,” pungkas wanita yang dinikahi Hendra pada 2011 lalu.

Sekadar informasi, gelaran Piala Thomas 2020 menjadi yang kedelapan bagi Hendra. Dia belum pernah sekalipun mencicipi gelar juara turnamen beregu meskipun telah berpasangan dengan Markis Kido dan Mohammad Ahsan.

Pencapaian terbaiknya hanya sebagai runner up dua kali. Perjuangannya digagalkan China pada 2010 dan Denmark pada 2016 lalu.

Oleh karena itu, trofi Piala Thomas 2020 sangat berarti bagi Hendra. Pasalnya, dia sempat putus asa setelah kalah pada 2018 lalu dengan mengatakan bahwa kemungkinan saat itu adalah keikutsertaan terakhirnya pada ajang turnamen beregu putra tersebut.

Akan tetapi, takdir berkata lain. Hendra justru berhasil mengakhiri dahaga gelar selama 19 tahun Indonesia di Piala Thomas.(Anggie/lenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *