Gunakan Kursi Roda, Menteri Energi Israel Ditolak Hadiri KTT COP26

  • Bagikan

Kenali.co.id, GLASGOW – Menteri Energi asal Israel mengatakan dia tidak bisa menghadiri hari pertama KTT perubahan iklim COP26 karena dia tidak bisa masuk dengan menggunakan kursi roda.

Kantor Karine Elharrar mengatakan kepada Times of Israel bahwa dia dilarang memasuki lokasi konferensi dengan kursi rodanya sendiri.

Stafnya mengatakan bahwa Elharrar ditawari antar-jemput untuk membawanya ke tempat tersebut, tetapi dia tidak mau menggunakannya karena tidak dapat diakses kursi roda.

Setelah penundaan selama dua jam, dia kembali ke hotelnya di Ibu Kota Skotlandia, Edinburgh, sekitar 50 mil jauhnya.

“Mereka mengatakan satu-satunya cara saya bisa masuk adalah berjalan kaki hampir satu kilometer, atau naik shuttle yang tidak dapat diakses kursi roda,” ujarnya kepada outlet media Israel, Channel 12, yang dikutip Reuters.

Elharrar, yang menderita distrofi otot, mentweet pada hari Senin: “Saya datang ke COP26 untuk bertemu dengan rekan-rekan saya di seluruh dunia dan mempromosikan perjuangan bersama dalam krisis iklim.”

“Sangat menyedihkan bahwa PBB, yang mempromosikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, pada tahun 2021, tidak menyediakan aksesibilitas ke acara-acaranya,” sambungnya.

“Semoga pelajaran yang dipetik akan dipelajari sehingga besok promosi energi hijau, penghapusan hambatan dan efisiensi energi akan menjadi hal yang akan saya tangani,” pungkasnya seperti dikutip dari Business Insider,Rabu (3/11/2021).

BBC melaporkan seorang pejabat Israel mengatakan bahwa delegasi Perdana Menteri Naftali Bennett mengeluh kepada penyelenggara acara, dan Bennett mengatakan dia tidak akan menghadiri acara pada hari Selasa jika Elharrar tidak bisa masuk.

George Eustice, Menteri Lingkungan Inggris, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Inggris telah meminta maaf kepada Elharrar, menyebut insiden itu “sangat disesalkan.”

Eustice mengatakan bahwa biasanya pemerintah yang berkunjung akan memberi tahu tuan rumah terlebih dahulu jika mereka perlu diakomodasi.

“Tetapi jelas ada sesuatu yang salah dalam hal ini,” katanya.

Dia mengatakan bahwa sebagian besar pintu masuk ke konferensi dapat diakses kursi roda, meskipun bukan tempat Elharrar pergi.(Anggie/kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *