Hati-Hati Penanganan Batubara di Jambi, Meulabouh Aceh Lebih Menguntungkan

  • Bagikan
tambang batu bara di aceh.Foto: Antara
info seputar jambi

KENALI.CO.ID, Jambi-Harus Hati-hati dalam penaganan Batubara di Jambi, bila salah, ada sinyal para pemilik tambang di Jambi akan pindah ke Meulabouh Aceh. Sebab potensi batu bara di Aceh sama dengan di Jambi. Hanya saja menambang di Aceh lebih menguntungkan dan tidak ruwet seperti terjadi di Jambi.

Dari sisi biaya cost lebih rendah dibandingkan di Jambi.  Karena dari jarak tempuh angkutan dari mulut tambang ke pelabuhan hanya 30 Kilo Meter. Begitu juga trnasportasinya dari pelabuhan langsung ke laut lepas dengan tujuan ke berbagai negara.

Dibandingkan di Jambi, selain jarak tempuh yang jauh dan mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi yakni berkisar Rp 350 ribu sampai 450 ribu hingga sampai ke pelabuhan Talang duku. Belum lagi sarana jalannya juga tidak mendukung arena kemacetan dan banyaknya protes dari masyarakat.

Saat ini ada beberapa Provinsi yang potensinya batu bara-bara sangat mengiurkan selain Jambi ada Riau dan Aceh. Hanya saja di Riau para pengusha lebih nyaman dengan pertambangan minyak dan perkebunan, sedangkan Batu bara belum dilirik walaupun ada hanya beberapa pengusaha saja.

Namun dari Sisi Bisnis, melakukan penambangan di Meulabouh Aceh lebih menguntungkan baik dari segi waktu maupun jarak tempuh, sehingga biaya yang dikeluarkan pemilik IUP tidak sebesar di Jambi yang berkisar Rp 350 Ribu sampai Rp 450 per trknya. Sedangkan di Aceh hanya mengeluarkan biaya angkutan berkisar Rp 60 Ribu.

Salah seorang pemegang IUP di Jambi  dan juga punya IUP di Aceh mengatakan, pada dasarnya pengusaha,, tranportir atau pemilik tambang itu bekerja untuk mencari cost yang lebih murah dan tidak ruwet dan nyaman serta tentunya menguntungkan. ‘ “Bila keadaan di Jambinya seperti ini maka bukan tidak mungkin akan pindah menambang ke Aceh atau di Pekanbaru,’katanya.

Diakui sejak hidupnya Tambang Batu Bara di Provinsi Jambi data yang dihimpun sekitar Rp 12 Triliun uang beredar perbulannya dari tambang batu bara. Tak heran dampaknya secara ekonomi di Jambi cukup mengeliat. Dimana disepanjang jalan yang dilalui angkutan batu bara membawa dampak positif, dimana banyak toko, warung baru , rumah makan muncul dan hidup.

Begitu juga desa yang dialui dimana kehidupan ekonominya hidup. Begitu juga penyerapan tenaga kerja tak kurang 30 ribu tenaga kerja diserap.

Data yang didapat dari berbagai sumber Provinsi Aceh mencatat, saat ini Aceh memiliki sebesar 1,5 miliar metrik ton, yang tersebar di beberapa kabupaten.

Dari angka potensi batu bara tersebut, yang sudah terukur lebih kurang sebesar 500 juta metrik ton. Sisanya, belum dapat dipastikan karena memang belum dilakukan pengeboran. (m)

 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *