Ibu Penjual Dawet Dalam Tragedi Kanjuruhan Dipecat PSI 2 Hari Lalu

  • Bagikan
info seputar jambi

Kenali.co.id, NASIONAL – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo, membenarkan bahwa Suprapti Fauzi adalah pengurus PSI. Namun sejak Juni 2020 dia sudah tidak lagi aktif sebagai anggota partai.

Suprapti Fauzi

Nama Suprapti Fauzi sempat viral karena sebuah rekaman yang mengatasnamakan ibu penjual dawet di kawasan Stadion Kanjuruhan, Malang. Ironisnya dalam suara rekaman itu Suprapti cukup tendensius dengan menyudutkan Aremania dalam tragedi Kanjuruhan.

Sudut Stadion Kanjuruhan pasca Tragedi Kanjuruhan.

Sudut Stadion Kanjuruhan pasca Tragedi Kanjuruhan.

Didengar PSI Pusat

Setelah viral, kabar itu didengar oleh pengurus DPP PSI pusat. Apalagi sempat beredar flyer yang menampangkan wajah Suprapti sang penjual dawet dengan tulisan wakil ketua DPD PSI Kabupaten Malang.

“Setelah ramai di media sosial DPP tahu langsung meminta DPD mengeluarkan SK untuk pemecatan dari keanggotaan sejak 12 Oktober 2022 kemarin. Jadi dia sekarang sudah mantan anggota,” kata Yosea, Jumat, 14 Oktober 2022.

Dipecat karena Melanggar Kode Etik

Yosea mengatakan bahwa Suprapti dipecat karena melanggar kode etik partai. Setelah viral DPP minta DPD menelusuri status keanggotaan Suprapti. Setelah itu diambil langkah pemecatan.

Sudut Stadion Kanjuruhan pasca Tragedi Kanjuruhan.

Sudut Stadion Kanjuruhan pasca Tragedi Kanjuruhan.

“Kemarin ramainya kan sejak seminggu dan kita cek di data kita ternyata masih anggota kita. Setelah 2020 dia menyatakan pasif karena banyak kesibukan. Setelah viral DPP tahu dan meminta untuk di keluarkan karena melanggar kode etik PSI,” ujar Yosea.

PSI Belum Minta Keterangan Langsung

Yosea mengungkapkan, sampai saat ini PSI belum meminta keterangan langsung dari Suprapti. DPD PSI hanya meminta keterangan via telepon. Saat itu, Suprapti masih syok dan tidak mau menyeret nama partai.

“Memang jualan dawet tapi itu punya orang dia hanya membantu menjualkan. Bukan milik bu Suprapti sendiri. Rencana dijual hari Minggu waktu senam itu kok kebetulan ada Arema dijual saat itu,” kata Yosea.

(eka/kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *