Ini 3 Hadis Palsu yang Malah Dipercaya Masyarakat

  • Bagikan
info seputar jambi

KENALI.CO.ID-Penceramah kondang Ustaz Adi Hidayat membeberkan kajian Islam terkait ada 3 hadis palsu yang hingga saat ini masih dipercaya masyarakat.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hadis tersebut sangat populer di tengah-tengah masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Audio Dakwah pada Rabu 2 November 2022.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, bahwa hadis diartikan sebagai sunah, yaitu segala perkataan, perbuatan, persetujuan, dan ketetapan dari Nabi Muhammad SAW yang menjadi landasan syariat Islam.

“2 hadis yang sangat populer ini ternyata adalah hadis palsu,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Saking palsunya hadis ini, sampai-sampai di kitab hadis palsu tidak ditemukan juga hadis tersebut.

“Namun, perlu diketahui bahwa ternyata ada hadis palsu yang sangat populer di kalangan umat Islam,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Bunyi hadis palsu yang pertama, yakni “Makanlah saat lapar, berhentilah sebelum kenyang”.

“Hadis tersebut adalah palsu. MasyaAllah itu hadis palsu, bahkan saking palsunya di kitab hadis palsu pun tidak ada,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Sebenarnya, kata Ustaz Adi Hidayat, kalimat tersebut tidaklah salah, yang menjadi salah adalah karena kalimat tersebut dikatakan sebagai hadis.

Sedangkan Rasulullah SAW tidak pernah berkata seperti itu,” tegas Ustaz Adi Hidayat.

Selain itu, ada hadis lain yang merupakan hadis palsu dan sangat populer, yakni “Kebersihan sebagian daripada iman”.

“Hadis tersebut juga merupakan hadis palsu yang sangat populer,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Sementara ada satu hadis palsu lagi, yang banyak diamalkan ketika puasa di bulan Ramadan.

Ada hadit yang mengatakan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah suatu ibadah di bulan ramadan.

Mengenai tidurnya orang berpuasa adalah ibadah adalah hadis palsu. Sebagaimana kata Nabi Muhammad, siapa yang puasa dan menunaikan puasa di bulan Ramadan fajar sampai dengan Maghrib,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, yang harus dilakukan saat puasa itu adalah coba koreksi diri dan muhasabah minta ampunan kepada Allah, bukannya malah tidur.

“Nabi saja saat saat puasa bulan Ramadan melakukan perang badar, dan Anda ketika puasa bulan Ramadan hanya tidur, bahkan ketika hendak pergi kantor yang di sasar musalah hanya untuk tidur,” ungkap Ustaz Adi Hidayat, mengutip GenPi.co. *

 

sumber:jambiindependen.com/GenPi.co)

 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *