Ini Perincian Tunjangan dan Gaji PPPK Guru

Upacara Peringatan Mendagri Tjahyo Kumolo (kanan) sedang memimpin upacara di lingkungan Kementerian Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (1/6). Sebelumnya Pemerintahan Presiden Joko Widodo menetapkan pada 1 Juni sebagai Peringatan Hari Lahir Pancasila, upacara tersebut mengusung tema Bulan Bung Karno. Foto: Tahta Aidilla/Republika.

Kenali.co.id,-Kabar baik datang untuk para guru honorer yang menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pasalanya, para PPPK akan merasakan nikmatnya berstatus aparatur sipil negara (ASN). Bahkan mereka juga bakal mendapatkan gaji pokok golongan IX atau setara IIIa PNS sebesar Rp 2.966.500, serta dibanjiri berbagai tunjangan.

Ketua Forum PPPK Kabupaten Garut Rikrik Gunawan mengaku sudah merasakan perbedaan signifikan ketika menjadi ASN. “Saya sudah merasakan nikmatnya menjadi PPPK sejak tahun lalu. Mendapatkan gaji pokok, tunjangannya banyak, mendapat gaji ke-13 dan mendapat tunjangan hari raya (THR),” ujarnya kepada JPNN.com,

Kamis (3/3) Rikrik juga mendapatkan tunjangan per bulann untuk anak/istri sebesar Rp 296.650.

Ia juga mendapatkan tunjangan untuk dua anak sebesar Rp 118.660, tunjangan beras Rp 289.690 dan tunjangan fungsional Rp 327 ribu. Rikrik juga mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) sebanyak Rp 8,5 juta yang dibayar per triwulan. Jumlah TPG ini meningkat sekitar tiga kali lipat.

Saya sudah mendapatkan TPG saat masih guru honorer. Besarannya 1,5 juta rupiah per 3 bulan. Setelah diangkat PPPK naik menjadi 8,5 juta rupiah karena dihitung sesuai gaji pokok,” ujarnya.

Selain itu, Rikrik juga mendapatkan tunjangan kinerja daerah (TKD). Besaran TKD tersebut diberikan tergantung kemampuan fiskal masing-masing daerah. Misalnya, di Kabupaten Jember Rp 1,5 juta, Kota Kediri Rp 2 jutaan, DKI Jakarta Rp 7 jutaan, Kabupaten Kuningan Rp 700 ribu. “Alhamdulillah, perlahan-lahan tunjangannya mulai kami terima. Memang gaji pokonya tidak besar, tetapi kalau dijumlahkan semuanya seorang PPPK bisa mendapatkan minimal 5-6 jutaan per bulan,” tuturnya.

 

sumber:jpnn

Baca Juga :  BMKG Ungkap Dampak Siklon Tropis Kompasu bagi Indonesia