Jalan Bouraq Tangerang 2 Kali Amblas dalam 1 Bulan

Kenali.co.id, PERISTIWA –  Penerapan one way atau satu arah di Jalan Daan Mogot dan Jalan Bouraq, Kota Tangerang, Banten, telah berjalan selama 1 bulan. Selama penerapan one way itu, Jl Bouraq amblas sebanyak 2 kali.

“Amblas memang kedua, tetapi di titik yang berbeda. Dalam hal kedua kejadian tersebut memang karena pipa bocor,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ruta Ireng Wicaksono , Minggu (20/3/2022).

Namun, menurutnya, pipa bocor bukan penyebab utama amblasnya jalan tersebut. Kejadian amblasnya Jl Bouraq yang pertama terjadi pada Rabu (23/2), sedangkan yang kedua baru saja kemarin terjadi pada Sabtu (19/3).

“Bukan berarti ini saya bilang itu penyebab utama ya. Karena kerusakan jalan banyak faktor penyebabnya,” tambahnya.

Ruta enggan menyebutkan bahwa amblasnya jalan tersebut karena konstruksi jalan. Dia mengaku bahwa memang di beberapa titik-titik jalan di Kota Tangerang banyak dilalui pipa PDAM.

“Secara teknis, jalan tersebut dibangun dengan spesifikasi kelas I. Dalam hal ini, sepanjang jalan ini (dan ini biasanya ada pada jalan-jalan lain) terdapat jaringan utilitas, salah satunya PDAM,” ucapnya.

“Akibat kondisi eksternal yang waktu kejadiannya di luar perkiraan, dalam hal ini kemungkinan akibat kebocoran pipa PDAM. Setiap ada kejadian, kita ambil langkah-langkah darurat penanganan kerusakan dan berkoordinasi dengan pihak terkait supaya meminimalisir gangguan terhadap lalu lintas. Seperti PDAM, Dishub, dan Polres,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jl Daan Mogot diberlakukan satu arah sejak 20 Februari 2022. Pemberlakuan ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di jalan tersebut.

Hal ini pengendara di Kota Tangerang dan sekitarnya tidak bisa melintasi Jl Daan Mogot untuk pergi ke Jakarta. Harus melalui Jl Bouraq jika hendak ke Jakarta dari Tangerang.

Baca Juga :  Motif Pembunuhan Mayat dalam Karung, Kesal Kakaknya Ditawar Rp300 Ribu

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menyatakan penerapan ini baru simulasi yang akan diberlakukan selama satu bulan ke depan. Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan di sekitar Jl Daan Mogot.

“Sampai 1 bulan ini, kita akan evaluasi terus sampai kita ketemu habit atau kebiasaan perjalanan masyarakat yang sudah terbiasa. Betul (untuk menghindari kepadatan),” kata Wahyudi kepada wartawan, Minggu (20/2/2022).

“Prinsipnya itu satu arah di jalur Daan Mogot, kemudian di Jalan Bouraq. Sirkulasi satu arah semua,” sambungnya.

(Arl/Kenali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *