Jelang Kunjungan Blinken,Havana Serang Kedubes AS di Kolombia

  • Bagikan

Kenali,co.id,-BOGOTA – Pejabat Amerika Serikat(AS) tengah menyelidiki kemungkinan kasus penyakit sindrom Havanadi Kolombia. Ini terjadi beberapa hari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Staf kedutaan ASdi Bogota dilaporkan telah telah terluka oleh penyakit misterius, yang menyebabkan suara yang menyakitkan di telinga, kelelahan dan pusing.

Pada hari Selasa, Wall Street Journal (WSJ) pertama kali melaporkan bahwa email yang dikirim oleh Duta Besar AS untuk Kolombia Philip Goldberg mengkonfirmasi sejumlah insiden kesehatan yang tidak dapat dijelaskan atau UHI – istilah yang digunakan untuk sindrom Havana oleh pemerintah AS – sejak pertengahan September.

Presiden Kolombia Ivan Duque mengatakan kepada New York Times bahwa negara itu sedang menyelidiki laporan tersebut. Dia menambahkan bahwa AS memimpin penyelidikan.

Warga Amerika yang terkena sindrom Havana telah menggambarkan suara yang intens dan menyakitkan di telinga mereka. Beberapa dari sekitar 200 orang yang terkena dampak mengalami pusing dan kelelahan selama berbulan-bulan.

“Lebih dari setengah dari mereka yang terkena dampak adalah karyawan CIA,” menurut New York Times yang dinukil BBC, Rabu (13/10/2021).

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menolak untuk mengkonfirmasi laporan tersebut kepada BBC.

“Kami sedang menyelidiki laporan AHI di mana pun mereka dilaporkan,” katanya dalam sebuah pernyataan dan mereka secara aktif bekerja untuk mengidentifikasi penyebab insiden ini dan apakah mereka dapat dikaitkan dengan aktor asing.

Sindrom Havana pertama kali dilaporkan terjadi di Kuba pada 2016. Setelah itu, diplomat AS di seluruh dunia telah melaporkan kasus sindrom tersebut.

Penyebab penyakit ini tidak diketahui, dengan beberapa spekulasi menyebut itu adalah jenis senjata.

Pada hari Jumat, laporan sindrom Havana muncul di kedutaan AS di Berlin, Jerman. Presiden Joe Biden merilis pernyataan bersumpah untuk menemukan penyebab dan siapa yang bertanggung jawab.

Itu terjadi beberapa jam setelah dia menandatangani undang-undang baru yang memberi hak kepada kepala CIA dan Departemen Luar Negeri AS untuk memberikan kompensasi finansial kepada pegawai pemerintah Amerika yang telah dirugikan oleh sindrom tersebut.

Pada bulan Agustus, Wakil Presiden Kamala Harris menunda perjalanan ke Vietnam setelah dua pejabat AS dievakuasi secara medis dari negara itu setelah jatuh sakit.(Riani/Kenali,co.id)


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *