Jokowi Lantik Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe jadi Kepala dan Wakil Otorita IKN Nusantara

susantono
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik melantik Bambang Susantono menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala IKN, di Istana Negara (taufik/kenali.co.id)

Kenali.co.id, NASIONAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Bambang Susantono menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Selain itu, dalam kesempatan yang sama Jokowi juga melantik Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala IKN Nusantara. Pelantikn dilakukan di Istana Negara, Kamis (10/3/2022).

Dalam pelantikan tersebut, Kepala dan Wakil Otorita IKN diberikan akses hal keuangan administrasi dan fasilitas lain sesuai peraturan perundang-undangan. Keputusan itu mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan di Jakarta 9 Maret 2022.

“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Kepala dan Wakil Otorita Nusantara dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memang teguh Undang-undang Dasar negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturan dengan seluruh-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat nusa dan bangsa,” ucap Presiden Jokowi diikuti Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe.

Setelah pelantikan, dilanjutkan dengan pemberian ucapan Selamat yang dilakukan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Sebagai informasi, Bambang Susantono pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2010-2014. Dr. Ir. Bambang Susantono, MSCE, MCP dikenal sbg mahir perencanaan infrastruktur dan transportasi.

Kemudian, dia dinaikkan sebagai Wakil Menteri Perhubungan pada tahun 2009 dengan tugas membantu Menteri Perhubungan dalam membenahi sektor transportasi di Indonesia.

Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Deputi Menko Perekonomian Bagian Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada tahun 2007-2010.

Sebagai mengurai masalah transportasi, Ketua Umum Warga Transportasi Indonesia (MTI) periode 2004-2010 ini semakin menekankan pada sistem transportasi yang humanis.

Sementara, Dhony Rahajoe merupakan petinggi di perusahaan Sinar Mas Land. Merujuk situs Sinar Mas Land, Donny Rahajoe menjabat sebagai Managing Director President Office Sinar Mas Land.

Baca Juga :  Terlibat 2 Korupsi, Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara

Donny juga tercatat sebagai Anggota Badan Pembina Yayasan Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), yayasan milik Sinar Mas Land yang menggagas perguruan tinggi ITSB.

IKN Usung Konsep Smarty City, Pemerataan Jaringan Internet Jadi Keharusan

Smart City akan menjadi lokomotif baru untuk Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menyatakan, pihaknya siap mendukung demi terciptanya akselerasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.

“Membangun ibu kota negara baru dengan konsep Smart City adalah keputusan yang tepat dan forward-looking terhadap kehendak zaman, khususnya dalam mengakselerasi implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik,” kata Muhammad Arif di Gedung Cyber Jakarta, melalui keterangan tertulis (8/3/2022).

Dia menambahkan, sesuai dengan pernyataan Kepala BIN Budi Gunawan, konsep Smart City di IKN akan dibangun di lahan seluas 256.000 hektare dengan konsep modern, namun tak menghilangkan esensi dari kota hutan (forest city).

“Karena itu, IKN perlu ditopang teknologi yang efisien dan mendukung gaya hidup baru yang berbeda dari kota-kota lain di Indonesia bahkan dunia,” jelas Arif.

Dia memastikan, pihaknya bersedia untuk menyediakan jaringan internet terbaik dan implementasi konsep Smart City yang berbasis Internet of Things (IoT) dan Teknologi mutakhir lainnya.

Hal itu dilakukan guna percepatan inklusi internet Indonesia yang saat ini masih belum merata. “Terdapat lebih dari dua belas ribu desa di Indonesia yang belum memiliki koneksi internet, perluasan coverage harus menjadi prioritas walaupun belum memenuhi standar average speed fixed broadband. Kendati kami melihat strategi coverage over quality dapat menjadi langkah strategis untuk pemerataan akses internet di Indonesia,” kata Arif.

(taufik/kenali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *