Kasus Doni Salmanan, Polisi Akan Periksa Rizky Billar

Rizky
Rizky Billar. (dimas/kenali.co.id)

Kenali.co.id, NASIONAL – Polisi bakal memeriksa artis Rizky Billar sebagai saksi kasus dugaan investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex, dengan tersangka Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan, hari ini.

“Iya hari ini Rizky Billar agendanya diperiksa,” ujar Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Besar Polisi Reinhard Hutagaol kepada wartawan, Selasa, 22 Maret 2022.

Rizky dimintai keterangan lantaran menerima uang dari Doni. Rencananya, pemeriksaan diagendakan pukul 10.00 WIB. Belum diketahui berapa jumlah pasti uang yang diberikan Doni ke Rizky.

Selain Rizky, polisi juga akan memeriksa YouTuber Alffy Rev pada Kamis, 24 Maret 2022. Alffy Rev juga pernah menerima sejumlah uang dari Doni Salmanan sebagai dukungan atau sponsor proyek Wonderland Indonesia yang tengah dikerjakannya. “Iya (Alffy) hari Kamis,” katanya lagi.

Sejumlah publik figur sudah menjalani pemeriksaan penyidik Bareskrim, antara lain Atta Halilintar, Rizky Febian, Arief Muhammad dan Reza Arap. Mereka tidak mengetahui bahwa Doni Salmanan memberikan hadiah berupa uang atau barang itu dari hasil perbuatan tindak pidana penipuan.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.

Doni dijerat pasal berlapis. Pria kelahiran 1998 itu dipersangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sesuai Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Baca Juga :  Bupati BU Gelar Pertemuan Bersama Forkopimda

Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset milik Doni Salmanan yang ditaksir total nilainya Rp64 miliar. Aset yang disita mulai dari rumah, mobil mewah, motor mewah, barang-barang mewah lainnya hingga uang tunai Rp3,3 miliar. (Dimas/Kenali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *