Kebun Teh Favorit Ratu Inggris dan Belanda

  • Bagikan

Kenali.co.id – Jambi, Terletak di kaki Gunung Kerinci, Kebun Teh Kayu Aro merupakan kebun teh tertua di Indonesia dan terluas kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya. Kebun teh yang terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi ini sudah ada sejak tahun 1925 dan diproduksi oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA).

Teh Favorit Para Ratu

Pada masa awal produksinya, Teh Kayu Aro menggunakan cara konvensional sehingga teh ini memiliki cita rasa yang begitu khas. Walau pada perkembangannya, pengolahannya sekarang sudah tidak sepenuhnya dengan cara konvensional.

Dengan cita rasa yang khas, maka tak heran Teh Kayu Aro termasuk teh dengan kualitas terbaik di dunia. Bahkan sudah sejak lama Teh Kayu Aro menjadi teh favorit Ratu Inggris dan Ratu Belanda.

Di Belanda sendiri, Ratu Wilhelmina hingga Ratu yang berkuasa saat ini menggemari sajian Teh Kayu Aro. Sampai sekarang, teh yang ada di bawah pengawasan PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) ini, masih terus mengekspor teh terutama ke Eropa, mulai dari grade 1 hingga grade 3.

Hamparan kebun teh di kaki gunung kerinci

Magnet Kebun Teh Kayu Aro
Jika ingin menikmati pemandangan hamparan kebun teh, mencoba memetiknya, dan ditemani view Gunung Kerinci, gunung api tertinggi di Asia Tenggara, Kebun Teh Kayu Aro adalah jawabannya.

Tidak hanya itu, udara dingin dan sejuk akan membuat hari Anda di Kayu Aro semakin sempurna. Selain hamparan teh hijau dan pemandangan gunung yang memanjakan mata, masih banyak objek wisata yang bisa disinggahi di Kayu Aro seperti Air Terjun Telun Berasap, Aroma Pecco, atau Rawa Bento yang tengah populer di kalangan anak muda Kerinci. Tiket masuk ke objek wisata ini pun sangat terjangkau mulai dari Rp5.000 – Rp10.000 saja.

Di samping bentang alamnya, masyarakat dan lingkungan Kayu Aro menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Anda dapat menemui masyarakat dengan berbagai macam etnik. Mulai dari masyarakat Kerinci itu sendiri, masyarakat Minang, bahkan masyarakat Jawa yang bermukim di Kayu Aro.

Memang masyarakat Jawa banyak yang bermukim di Kayu Aro sejak dahulu dikarenakan sejarahnya. Sejak awal produksi Teh Kayu Aro, perusahaan Belanda mendatangkan pekerja dari Jawa untuk memetik serta mengolah teh tersebut. Selain etnik yang unik, Anda juga bisa melihat rumah peninggalan Belanda yang sangat estetis dan kokoh berdiri sampai saat ini.

 


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *