News  

Konjen Malaysia Medan Kunjungi Kadin Jambi, Jajaki Peluang Investasi dan Kerja Sama Bisnis

Konsulat Jendral Malaysia Saat bersirahturahmi dengan Kadin Provinsi
Konsulat Jendral Malaysia Saat bersirahturahmi dengan Kadin Provinsi

JAMBI, KENALI.CO.IDKamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jambi menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, pada Jumat, 9 Mei 2025. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan ekonomi dan menggali peluang investasi Malaysia di Jambi.

Kunjungan resmi yang mengusung tajuk Business Matching tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Jambi, Alfarizi, mewakili Ketua Kadin Usman Sulaiman. Sejumlah pengurus Kadin Jambi turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Camelia Puji Astuti, Mukhtadi Putranusa, serta Dewan Pertimbangan Kadin Jambi, Nasrul Yasir.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara dunia usaha Jambi dan Malaysia. Beberapa sektor potensial yang menjadi fokus pembahasan antara lain teknologi pengolahan air bersih, pembangunan hotel berbasis ekosistem, pengembangan pendidikan, hingga rencana pembangunan lapangan golf di Jambi.

“Pertemuan ini sangat penting untuk menjajaki peluang investasi dari Malaysia ke Jambi, sekaligus memperluas kerja sama di sektor perdagangan dan promosi produk unggulan asal Jambi,” ujar Alfarizi.

Selain itu, juga dibahas potensi kerja sama dalam bidang pemasaran produk-produk Jambi ke pasar Malaysia, yang dinilai memiliki prospek cerah mengingat kedekatan budaya dan sejarah antara kedua negara.

Konjen Shahril Nizam menekankan bahwa hubungan Malaysia-Indonesia sudah terjalin selama 68 tahun dengan latar belakang budaya yang nyaris serupa. Ia mencontohkan bagaimana adat Minangkabau masih hidup di Negeri Sembilan, Malaysia, termasuk dalam busana dan tradisi masyarakatnya.

“Kesamaan itu seharusnya menyatu, dan perbedaan justru mengikat. Budaya seperti pantun, kebaya, dan batik adalah warisan bersama yang terus berkembang di kedua negara,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau media untuk memahami asal-usul budaya secara komprehensif agar tidak terjadi salah persepsi. “Batik di Malaysia berbeda dalam motif, misalnya tidak menampilkan gambar hewan, tapi kami juga punya sejarah panjang dalam membatik,” ujarnya.

Shahril Nizam, yang sebelumnya bertugas di Laos dan Maroko, kini menjabat sebagai Konjen Malaysia di Medan dengan wilayah kerja mencakup Jambi, Aceh, Sumatera Utara, hingga Lampung (kecuali Riau dan Pekanbaru yang memiliki konsulat tersendiri).

Hingga berita ini diturunkan, pembicaraan antara Kadin Jambi dan Konjen Malaysia Medan masih berlangsung dengan harapan akan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) atau tindak lanjut konkret dalam waktu dekat.