Lawan Media Liberal, Trump Luncurkan Media Sosial Baru TRUTH Social

  • Bagikan

Kenali.co.id, WASHINGTON – Sepanjang masa kepresidenannya, Donald Trump telah menghadapi media arus utama Amerika Serikat (AS). Akhirnya, setelah peristiwa 6 Januari yang terkenal di US Capitol, Trump yang saat itu menjabat ditangguhkan di semua jejaring sosialnya karena dianggap “menghasut kekerasan”.

Trump diblokir di Facebook, Instagram, dan mungkin yang paling menyedihkan baginya, di Twitter.

Perusahaan mantan Presiden AS Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG) mengumumkan di Twitter pada Rabu (20/10/2021) tentang peluncuran platform media sosial baru “TRUTH Social” untuk menjadi “saingan media liberal.”

Misi lain dari proyek tersebut, menurut pesan yang dikirim kepada wartawan adalah, “Untuk melawan perusahaan ‘Big Tech’ di Lembah Silikon, yang telah menggunakan kekuatan sepihak mereka untuk membungkam suara-suara yang menentang di Amerika.”

Aplikasi baru ini akan dirilis dalam versi beta untuk tamu undangan pada November 2021. “Peluncuran nasionalnya direncanakan pada kuartal pertama tahun 2022,” papar rilis berita itu.

Saat ini, aplikasi itu tersedia di Apple App Store untuk pre-order. “Kita hidup di dunia di mana Taliban memiliki kehadiran besar di Twitter, namun Presiden Amerika favorit Anda telah dibungkam. Ini tidak dapat diterima,” papar Trump.

“Saya senang untuk segera mengirimkan TRUTH pertama saya di TRUTH Social. TMTG didirikan dengan satu misi untuk memberikan suara kepada semua. Saya bersemangat untuk segera mulai membagikan pemikiran saya tentang TRUTH Social dan untuk melawan balik Big Tech. Semua orang bertanya kepada saya mengapa tidak ada yang menentang Big Tech? Ya, kami akan segera!” papar Trump dikutip dalam pernyataan itu.

Trump Media & Technology Group juga mengumumkan mereka telah bergabung dengan Digital World Acquisition Corp untuk membentuk perusahaan publik baru dengan nilai potensial USD1,7 miliar.

“Itu akan mengakibatkan Trump Media & Technology Group menjadi perusahaan publik, tunduk pada persetujuan peraturan dan pemegang saham,” papar pernyataan itu.

Selain itu, TMTG mengumumkan rencana peluncuran layanan video berdasarkan langganan, yang akan mencakup “pemrograman hiburan ‘non-woke’, berita, podcast, dan banyak lagi.”

Beberapa alternatif, termasuk aplikasi seperti Parler dan GETTR, telah mencoba menjadi platform media sosial alternatif setelah Trump diblokir media arus utama, tetapi tidak ada yang mendapatkan popularitas.

Pada awal Mei, Trump meluncurkan platform komunikasi baru yang disebut “Dari Meja Donald J Trump,” yang dia gambarkan sebagai “tempat untuk berkomunikasi secara bebas dan aman” melalui siaran video. Namun, platform tersebut juga tetap tidak populer di kalangan pengikutnya.(Anggie/kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *