Mantan Kabag KPK Ini Memilih Pulang ke Toba dan Bertani

  • Bagikan

Kenali,co.id,-Bila sebagian rekannya bertahan di Jakarta dengan aktivitas berdagang, mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) ini memilih pulang kampung dan menjadi petani. Dia adalah mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rasamala AritonangRasamala yang diberhentikan bersama 56 mantan pegawai KPK lainnya, saat ini mengisi waktu dengan bertani dan beternak di kampung halamannya, Desa Persuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.”Saya memang sedang mengisi waktu sementara ini dengan bertani dan beternak, kebetulan keluarga kakek saya di kampung memang petani,” beber Rasamala saat dihubungi awak media, Senin (11/10/2021).

Rasamala menjelaskan bahwa ia sudah satu bulan lamanya berada di kampung halaman. Rasamala merupakan satu dari 57 pegawai KPK yang dipecat karena dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi ASN.

“Lokasi kampung itu di Desa Parsuratan, Balige, Zumut, dekat juga dengan Danau Toba 15 menit jika mau ke danau,” ungkapnya.

Rasamala menceritakan kehidupannya di kampung pasca-dipecat sebagai pegawai KPK. Ia memulai aktivitas pada pagi hari dengan memberi pakan ternak hingga menjemur jagung. Di sela kegiatan tani dan ternaknya itu, Rasamala mengaku masih kerap mengisi diskusi online.

“Kadang-kadang saya masih harus break untuk mengisi webinar online karena masih ada beberapa permintaan sebagai narasumber, yang lalu misalnya saya diminta sekolah anti korupsi (SAKTI) Pontianak untuk mengisi materi,” papar Rasamala.

“Dan hari Jumat sore jam 15.00-16.30 biasanya saya rutin mengajar¬†online, kebetulan untuk semester ini saya diminta mengajar mata kuliah studi anti-korupsi di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan,” imbuhnya.

Rasamala juga mengisi kegiatannya kini dengan aktif menulis untuk beberapa media. Ia berharap dengan hasil tulisannya tersebut masih bisa memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara, meskipun sudah tak lagi di KPK.

“Biasanya saya masih coba menulis beberapa artikel lepasan untuk dipublikasikan siapa tau ada media tertarik, karena saya fikir pengetahuan dan pengalaman saya yang sedikit ini barangkali masih bisa ikut memberikan kontribusi bagi perubahan, ya tentunya tidak sebesar kontribusi ketika di KPK ya,” ucapnya.

Menurut Rasamala, kehidupan di kampungnya dengan di kota sangat berbeda. Ia mengaku banyak mendapat cerita serta permasalahan dari masyarakat di kampung. Ia berencana menjadikannya sebuah penelitian.

“Rutinitas baru ini bikin segar pikiran, sambil menyusun rencana untuk tujuan yang baru. Kata salah satu guru saya: ‘hidup itu seperti naik sepeda, anda harus jalan terus tidak boleh berhenti, jika tiba di tujuan yang satu anda tentukan tujuan selanjutnya, sampai anda tidak bisa lagi mengayuh sepeda’,” pungkasnya.(Riani/Kenali,co.id)


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *