Margiono, Dirut Rakyat Merdeka dan Mantan Ketua PWI Tutup Usia

Kenali.co.id, Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono meninggal dunia. Margiono mengembuskan napas terakhir pada Selasa (1/2).

Margiono meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Modular, Jakarta pada pukul 09.45 WIB.

“Telah meninggal dunia sobat dan mantan ketua PWI Pusat Margiono, pukul 09.45 wib pagi ini di RSPP Modular, Jakarta.

Dahlan Iskan lewat artikel hariannya berjudul “Bambang Margiono” yang dimuat pada Jumat lalu (28/1), turut mengulas tentang kondisi terkini Margiono.

Diurai bahwa mulanya Margiono tidak menyangka terkena Covid-19. Margiono hanya merasa sesak napas lalu dilarikan ke Rumah Sakit Eka, Serpong.

Hasil pemeriksaan mengindikasikan ginjalnya bermasalah sebagai problem logis dari penyakit gula. Sementara setelah diteliti lebih detail, ternyata Margiono positif Covid-19.

Tapi penyebab utama sesak napasnya adalah banyak racun yang tercampur ke dalam darah. Ikut beredar pula ke seluruh tubuh. Darah tidak bisa menyerap oksigen. Berarti fungsi ginjalnya terganggu dan harus cuci darah.

Kondisi Margiono sempat membaik usai melakukan cuci darah hingga 3 kali. Indikasinya, tekanan darahnya baik dan detak jantung baik.

Margiono merupakan wartawan senior yang sudah berkarier sejak zaman Orde Baru. Dia pernah menampilkan kover Presiden Soeharto berpakaian raja dalam kartu king di majalah D&R. Kover ini membuat heboh masa itu. Aksi berani ini membuat majalah tersebut kehilangan SIUPP.

Margiono terpilih sebagai ketua umum dalam Kongres PWI pada 2008. Dia menjabat menjadi ketua umum selama dua periode atau hingga 2018.

Sementara itu dari Jambi yang tergabung dalam PWI Jambi menyatakan ikut berlangsungkawa.

begitu juga Ketua SMSI Jambi, Mukhtadi Putranusa, merasa kehilangan sosok Margiono yang sangat kocak dan menarik bila berpidato.

Baca Juga :  KPK Perpanjang Masa Penahanan Hakim Itong

Mukhtadi yang pernah magang di rakyat merdeka itu cukup kenal dengan sosok Margiono.” Saat saya magang di rakyat merdeka dulu. Beliau salah satu wartawan yang saya kagumi.” Kata Mukhtadi.