102 Jenis Obat Sirup Dilarang Beredar dan Dikonsumsi  

  • Bagikan
dilaramg
info seputar jambi

KENAKI.CO.ID, Jakarta-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah daftar obat yang dilarang beredar, karena itu Kemenkes mengintruksiukan BPOM untuk menarik jenis obat dilarang terdsebut dari peredaran.

Setidaknya sudah ada 102 obat sirup yang dilarang digunakan oleh Kemenkes, dengan 91 diantaranya sebelumnya disebutkan sedang diteliti karena sempat dikonsumsi anak-anak yang mengalami gagal ginjal akut.

Dari 102 obat sirup dilarang Kemenkes, ternyata banyak yang sudah familiar di tengah masyarakat. Bahkan merasa cocok menggunakan obat-obat tersebut.

Tidak hanya itu, pada daftar obat tersebut juga banyak yang selama ini dipakai masyarakat dan dapat dibeli dengan mudah di apotek atau toko obat.

Namun, kini daftar obat tersebut untuk sementara waktu dilarang digunakan. Adapun Kementerian Kesehatan juga telah mengumumkan untuk sementara ini, tidak menggunakan obat sirup.

Masyarakat diimbau agar menggunakan obat jenis puyer atau tablet. Juga berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan dosis yang aman dan sesuai.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejauh ini ada 102 obat sirup mengandung senyawa kimia dan dilarang untuk dikonsumsi.

Obat-obat-obatan tersebut ditemukan di rumah 165 anak pasien gangguan ginjal akut yang dirawat di RSCM, Jakarta Pusat.

Menkes mengaku sempat berkonsultasi kepada Presiden Jokowi terkait temuan ratusan obat tersebut. Jokowi memerintahkan untuk membuka dan mengumumkan obat-obat tersebut. Tujuannya, agar masyarakat tidak cemas dan bingung.

“Nanti akan kita lihat lagi siapa (produsen obat) yang bisa membuktikan, dia di bawah ambang batas yang kita perbolehkan,” kata Menkes, saat konferensi pers Perkembangan Penanganan Gangguan Ginjal Akut di Indonesia seperti dikutip dari radar cirebon

Berikut 102 obat sirup yang diminum sebelum terjadi gangguan ginjal akut pada anak

 

1. Afibramol

2. Alerfed Syrup

3. Ambroxol syr Ambroxol Sirup

4. Amoksisilin Amoksisilin Sirup

5. Amoxan amoxicillin Sirup

6. Amoxicilin Amoxicilin Dry Sirup

11. Baby cough

12. Camivita

13. Caviplex

14. Cazetin

16. Cefspan syrup

17. Cetirizin

18. Colfin Syrup

19. Cupanol Syrup

20. Curbexon Syrup

21. Curviplex Syrup

22. Depakene

23. Devosix

24. Dextaco

25. Domperidon syr

26. Disudrin-ped

27. Elkana Syrup

28. Eritromisin

29. Etamox syrup

30. Fartolin Syrup

31. Ferro K

32. Hecosan

33. Hufabetamin

34. Hufagrip

35. Hufamag Plus Syrup

36. Ibuprofen

37. Ifarsyl Plus

38. Imunped drop

39. Interzinc

40. Itamol syrup

41. Klinik Tazkia: Paracetamol Syrup

2. Metronidazole syr

43. Mucos drop

44. Novachlor syrup

45. Nytex

46. OBH Ane Konidin

47. Omedom syrup

48. Omemox

49. Pacdin cough syrup

50. Pamol

51. Paracetamol

52. Paracetamol Paracetamol Sirup

53. Paracetamol drop Paracetamol Drops

54. Paracetamol drop Paracetamol Drops

55. Paracetamol syrup Paracetamol Sirup

56. Paraflu syrup

57. Praxion Syrup

58. Profilas Syrup

59. Proris

60. Proris Hijau

61. Psidii Syrup

62. Ranivel Syrup

63. Rhelafen

64. Rhinofed

65. Rhinos Junior Syrup

66. Rhinos

67. Rosidon

68. RSKM: Paracetamol Syrup

69. Sanmol syr

70. Sanprima

71. Sucralfate

72. Tempra

73. Tremenza Syrup

74. UNIBEBI Cough Syrup

75. Unibeby drop

76. Vesperum

77. Vesperum drop

78. Vestein (Erdostein)

79. Vometa

80. Yusimox

81. Zenichlor syrup

82. Zinc drop

83. Zinc Syrup

84. Zincpro syr

85. Zibramax

86. Asam Valproat Sirup

87. Carsida Magnesium Hydroxide

88. Carsida Simethicone

89. Carsida Alumunium Hydroxide

90. Hufabethamine Betametasone Sirup

91. Hufabethamine Dexclorfeniramine maleat Sirup

92. Renalit Natrium

93. Renalit Kalium

94. Renalit Glucose

95. Renalit CItrate

96. Renalit Chlorida

97. Hufallerzine Promethazine HCl Sirup

98. Hufallerzine Glyceryl guaicolate Sirup

99. Hufallerzine Tinctur Ipecacuanhae Sirup

100. Hufagrip Chlorphenamine Meleate

101. Hufagrip Pseudoefedrin HCL

102. Hufagrip Chlorphenamine Meleate

Demikian daftar 102 obat sirup yang sementara ini dilarang oleh Kemenkes, karena terindikasi ditemukan di rumah atau dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal akut. (*)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *