⌾ KENALI INFO
KEJAKSAAN TEMUKAN 50 STEMPEL BERBAGAI JENIS YANG MASIH BASAH KANTOR KPU TANJABTIM ◉ UANG SITAAN RP 230 JUTA DARI KANTOR KPU TANJABTIM DITITIP KE KAS NEGARA ◉ 4 RUANGAN KPU TANJABTIM MASIH DIPASANG SEGEL KEJAKSAAN SELAMA 4 HARI ◉ KETUA KPU TANJABTIM NURKHOLIS TAK MASUK KERJA PASCA PENGGELEDAHAN YANG DILAKUKAN KEJAKSAAN ◉ SENGKETA LAPANGAN PEMUDA AKSO DANO, PULUHAN WARGA TOLAK PEMASANGAN PLANG PEMERINTAH OLEH JAKSA PENGACARA NEGARA ◉ TANAH LONGSOR, AKSES JALAN MENUJU 7 DESA DI KECAMATAN BATANG ASAI PUTUS TERIMBUN MATERIAL LONGSOR ◉ RUMAH WARGA DI DESA BATU PENYABUNG SAROLANGUN NYARIS TERJUN KE JURANG SEDALAM 8 METER AKIBAT TANAH LONGSOR ◉ KAPOLRES BUNGO TEMUKAN PERALATAN PETI DI DEKAT AREA BANDARA ◉ KASUS PERCERAIAN DI TANJABTIM SELAMA MASA PANDEMI MENCAPAI 315 KASUS ◉ KPK MINTA PEMKOT JAMBI MENGOPTIMALKAN PAD DAN TERTIBKAN ASET ◉ WALIKOTA SYARIF FASHA JADI PEMATERI LITERASI DIGITAL YANG DISELENGGARAKAN DPR RI ◉ WAWAKO MAULANA PAPARKAN PERKEMBANGAN WISATA DANAU SIPIN DALAM KEGIATAN TEMASEK FOUNDATION URBAN RESILENCE PROGRAMME 2021 ◉ GUBERNUR AL HARIS LANTIK MUCHLIS SEBAGAI KOMISARIS DAN DAN MUDASIR SEBAGAI DIREKTUR PT JII ◉ PEMPROV JAMBI TERIMA PIAGAM DAN PLAKAT PENGHARGAAN OPINI WTP DARI KEMENKEU ◉ GUBERNUR AL HARIS CEK ISOTER DAN RSUD RADEN MATTAHER JAMBI ◉ ISOTER ASRAMA HAJI DAN BPSDM DITUTUP SEMENTARA KARENA PASIEN SUDAH MENURUN ◉ KABUPATEN MERANGIN DINYATAKAN NOL KASUS POSITIF COVID-19 ◉ KASUS AKTIF COVID-19 DI MUARO JAMBI TERUS MENGALAMI PENURUNAN ◉ SEKOLAH DI BATANGHARI BUTUH 35 ORANG PENGAWAS ◉

Melihat Kondisi Objek Wisata Air Panas Sungaimedang

  • Bagikan

Kenali.co.id, Kerinci – Aset Miliaran Rupiah yang Terbengkalai, Objek wisata air panas Sungaimedang, Kecamatan Airhangat Timur, mulai dibuka untuk umum tahun 2003 lalu. Namun, aset itu kini terbengkalai.

Sejak dibuka tahun 2003 lalu, objek wisata air panas Sungaimedang dan air terjun tujuh tingkat, langsung mencuri perhatian masyarakat. Karena keindahan yang ditawarkannya saat itu.

Indah dan menarik pujian dari semua kalangan. Tapi itu kondisi 13 tahun silam. Sekarang, di tahun 2021 ini, kondisinya jauh berbeda. Aset berupa fasilitas yang dimiliki oleh objek wisata ini, sudah sangat memprihatinkan.

Mencoba melihat kondisi objek wisata yang satu ini. Terlihat fasilitas yang ada di lokasi objek wisata ini, juga sudah banyak yang hancur. Mulai dari tiga bangunan utama yang dibangun tahun 2003 lalu, sudah rusak total. Posisinya tepat paling utara dari pintu masuk kelokasi tersebut.

Selain itu, fasilitas paling strategis yang biasanya paling diminati pengunjung, juga sudah rusak. Yakni kolam air panas. Kolam ini biasanya digunakan pengunjung, untuk merendam diri beberapa saat. Memprihatinkan.

Bahkan bangunan yang baru dibangun tahun 2016 lalu, seperti pagar sumber mata air panas dan juga pemandian VIP, juga sudah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan. Sungguh menyedihkan melihat objek wisata yang satu ini, tak dihiraukan pemerintah. Sepi, itulah yang terasa saat Jambi Indenpendent berkunjung ke lokasi air panas tersebut.

Wajar saja pengunjung sepi, karena objek wisata yang tidak terawat. Tak ada yang bisa dijual kepada pengunjung, selain hanya enam kamar mandi. Itupun yang bisa digunakan hanya lima saja. Pengunjung terlihat melirik pemandian kolam air panas milik masyarakat, yang jauh lebih baik kondisinya dan perawatannya.

Neneng, pengelola objek wisata Sungaimedang menjelaskan, kondisi lokasi wisata itu memang tidak terawat dengan baik. Karena beberapa fasilitas sudah rusak dan tidak diperbaiki. Belum lagi jalan menuju lokasi wisata objek air panas tersebut, juga rusak.

Dia mengaku, tidak punya cukup dana untuk merawat objek wisata karena pengunjung sepi. Dia menambahkan, rumah tempat istirahat pengunjung sudah lama rusak, sekarang kolam renang juga sudah bocor tidak bisa dimamfaatkan.

“Pengunjung hanya mandi dan rebus telor. Kalau yang lain sudah rusak. Tempat mandi VIP juga rusak, airnya tidak naik. Padahal baru dibangun 2016. Airnya harus pakai mesin sekarang, dan  mesin rusak tidak diperbaiki,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kerinci, Juanda mengakui, bahwa objek wisata air panas Sungaimedang nyaris tidak ada PAD yang bisa ditarik, karena sepi pengunjung. Sedangkan pemerintah tidak punya dana untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak.

“Kita akui air panas Sungaimedang minim PAD karena sepi. Kita berencama mau serahkan pengelolaannya ke pihak ketiga, namun terkendala dengan Perda yang belum ada,” katanya. (Yusuf/Kenali.co.id)


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *