Menghitung Laba Bersih Bisnis Perusahaan & Rinciannya

  • Bagikan

Kenali.co.id – Tujuannya agar tercipta neraca bisnis yang seimbang. Apa saja dan bagaimana cara menghitung laba usaha akan diuraikan dalam ulasan di bawah ini.

1. Mengidentifikasi biaya produksi

Biaya produksi memang tidak sedikit dalam bisnis. Oleh karenanya, Anda sebagai seorang pengusaha perlu mempertimbangkannya dengan matang. Langkahnya adalah dengan menghitung biaya tetap dari variabel yang ada termasuk biaya produksi tersebut.

Biaya tetap ini di antaranya adalah gaji karyawan, biaya sewa gedung maupun biaya penyusutan. Ada pula biaya lain-lain termasuk biaya tak terduga yang wajib dimasukkan.

2. Identifikasi saldo awal dan akhir

Langkah berikutnya juga penting bagi Anda untuk mengidentifikasi saldo pada persediaan awal dengan saldo yang ada pada persediaan akhir.

Saldo awal persediaan bahan baku wajib untuk Anda hitung dan sebagai awal persediaan bahan baku dari total persediaan awal saat dihitung. Saldo awal ini dihitung dari buku inventori atau persediaan stok barang.

3. Cara menghitung laba kotor?

Setelah menghitung laba kotor, nantinya Anda akan menghitung laba bersih perusahaan untuk mengetahui pendapatan murni. Jadi, laba kotor adalah selisih hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan saat perusahaan ingin mendapatkan barang tertentu. Cara menghitung laba kotor bisa menggunakan rumus sebagai berikut:

Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan

Sementara, untuk menghitung penjualan bersih tersebut rumusnya bisa menggunakan cara Penjualan Bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan

Untuk penjualan bersih memang tidak harus berupa kas dan bisa saja dalam bentuk piutang. Lalu, untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP), Anda bisa menghitungnya dengan cara HPP = Persediaan Awal – Pembelian Bersih – Persediaan Akhir.

Berikut ini contoh cara menghitung laba kotor.

Komponen Penjualan Bersih Besaran
Penjualan Rp100.000.000
Potongan Penjualan Rp15.000.0000
Retur Pembelian Rp2.000.0000
Total (Penjualan Bersih) Rp80.000.000

Maka, dari sini kita dapatkan penjualan bersihnya adalah Rp80 juta. Lalu, saat ini kita mencari HPP untuk dapat menghitung laba rugi nya. Maka, HPP jika mengacu pada rumus di atas contohnya adalah berikut:

Komponen HPP Besaran
Persediaan awal Rp90.000.000
Pembelian bersih Rp75.000.000
Persediaan akhir Rp15.000.000
Total HPP Rp60.000.000

Dari jumlah tersebut maka diperoleh HPP-nya adalah Rp60 juta. Jadi perhitungan laba kotornya bila mengacu pada rumus Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan adalah Rp80 juta – Rp60 juta. Jadi untuk laba kotor perusahaan yang diperoleh mencapai Rp20 juta.

Setelah Anda menghitung laba kotor yang diperoleh, maka selanjutnya Anda juga perlu menghitung laba bersih yang diperoleh bisnis. Sebenarnya, untuk cara menghitung laba bersih agak sedikit rumit sebab ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama. Setidaknya berikut beberapa komponen dan cara menghitung laba bersih perusahaan milik Anda. (Naufal/Kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *