Cara Yang Dilakukan Bila Ingin Bercerai

  • Bagikan
ilustrasi
info seputar jambi

KENALI.CO.ID,-Jakarta – Setiap orang berhak menentukan akan seperti apakah rumah tangga yang akan dijalani. Termasuk ketika kemudian merasa tidak nyaman dengan pasangan dan terlintas keinginan untuk bercerai.

Barangkali selama bertahun-tahun Anda merasa terperangkap dalam perkawinan yang tidak bahagia. Atau mungkin selama dua atau tiga tahun terakhir Anda telah memikirkan perceraian. Barangkali satu-satunya alasan Anda mempertahankan perkawinan adalah perasaan bersalah jika harus memecah belah keluarga Anda. Namun, setelah memikirkannya masak-masak (dan mungkin ditambah sesi konseling) Anda memutuskan sudah waktunya Anda memberi tahu suami bahwa Anda ingin bercerai. Walaupun ini akan menjadi percakapan yang sulit, bukan tidak mungkin untuk melakukan pembahasan yang efektif dan jelas bersama suami

Pertimbangkan alasan Anda menginginkan perceraian. Perceraian sering kali dilontarkan sebagai ancaman saat pasangan sedang berdebat sengit, biasanya karena rasa marah atau frustrasi, atau untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas pihak lain, dan sebagai upaya agar bisa ditanggapi secara serius bahwa Anda menginginkan perubahan yang nyata.[1]

  • Ingatkan diri Anda bahwa menceraikan pasangan adalah keputusan besar, baik secara mental, emosional, dan finansial. Anda juga harus rela melepaskan ikatan emosional yang kuat dengan pasangan Anda. Oleh karenanya, Anda harus berusaha untuk membuat keputusan untuk bercerai itu dari sudut pandang yang jelas, tanpa keterlibatan emosi.
  • Tanyakan pada diri sendiri: Apa tujuanku mengajukan perceraian? Adanya motif lain, selain mengakhiri perkawinan, dapat menjadi indikasi bahwa Anda belum siap untuk bercerai. Perceraian tidak memiliki kekuatan untuk membenarkan yang salah atau mengubah hati seseorang. Perceraian hanya dapat mengakhiri perkawinan dan hubungan Anda dengan pasangan.
  • Perlu diingat bahwa pasangan yang terus-menerus melontarkan ancaman perceraian dapat kehilangan kredibilitas terhadap diri sendiri dan pasangan. Jadi, jika Anda serius ingin bercerai, Anda perlu menyampaikan keinginan ini kepada pasangan secara gamblang, tetapi dengan cara yang benar.

 

Cobalah untuk tidak memberi kejutan yang tidak menyenangkan kepada suami. Dalam sejumlah kasus, kedua belah pihak biasanya menyadari ada sesuatu yang salah dengan perkawinan mereka. Anda mungkin telah mencoba terapi perkawinan bersama-sama, melakukan konseling pribadi secara terpisah, atau berdiskusi tentang masalah yang terjadi di dalam hubungan Anda. Jika memungkinkan, cobalah untuk meneruskan konseling atau terapi bersama-sama terlebih dahulu sebelum melompat ke dalam percakapan tentang perceraian.[2]

  • Jika Anda dan pasangan memiliki perasaan yang sama, itu berarti Anda berdua akan memiliki lebih banyak pilihan. Jika suami Anda tidak menyadarinya, percakapan itu akan berpotensi menghancurkan. Mengejutkan suami dengan berita yang sulit seperti itu juga dapat berimbas pada masa transisi yang lebih sulit untuk Anda berdua selama perpisahan.

Latihlah apa yang akan Anda katakan. Ini akan menjadi percakapan dengan suami yang sangat sulit dilakukan. Jadi, ambillah secarik kertas dan tuliskan beberapa hal yang mungkin ingin Anda sampaikan saat Anda memberi tahu suami tentang perceraian itu.[3]

  • Latihlah apa yang akan Anda katakan. Ini akan menjadi percakapan dengan suami yang sangat sulit dilakukan. Jadi, ambillah secarik kertas dan tuliskan beberapa hal yang mungkin ingin Anda sampaikan saat Anda memberi tahu suami tentang perceraian itu.
  • Berfokuslah untuk menggunakan kata-kata yang netral. Buatlah pernyataan dengan “Aku”, misalnya: “Indra, aku ingin menyampaikan kabar yang sulit. Aku telah memutuskan bahwa kau dan aku sebaiknya bercerai.”
  • Hindari memberi harapan palsu kepada suami jika Anda serius ingin bercerai. Mengatakan sesuatu seperti: “Sudah lama aku merasa tidak bahagia. Tetapi aku ingin melihat apakah kita bisa melakukan sesuatu untuk menangani hal-hal yang menggangguku” akan memberi kesan kepada suami bahwa Anda ingin memperbaiki perkawinan Anda. Jika ini bukan tujuan Anda, hindari pernyataan tersebut.

Temukan ruangan yang memberikan cukup privasi dan tenang. Pilihlah waktu ketika Anda hanya berduaan saja dan tidak ada orang yang akan menyelonong masuk saat percakapan sedang berlangsung. Carilah ruangan di rumah Anda, seperti ruang keluarga atau ruang makan, yang tenang dan nyaman.

  • Matikan ponsel dan mintalah suami Anda untuk melakukan hal yang sama. Jika Anda memiliki anak, mintalah salah seorang anggota keluarga untuk mengawasi mereka sementara Anda berbicara dengan suami, tanpa terganggu.

Mintalah kehadiran pihak ketiga di dalam ruangan jika Anda khawatir akan keselamatan Anda. Barangkali Anda ingin bercerai karena alasan yang meresahkan Anda, seperti perilaku suami yang pemarah atau kasar. Jika ini yang terjadi, mintalah kehadiran pihak ketiga seperti terapis atau konselor, atau pilihlah tempat umum untuk berbicara dengannya.[5]

  • Anda tidak dapat mengontrol bagaimana reaksi suami menanggapi berita itu, apakah dia akan menerimanya dengan baik atau sebaliknya. Namun, jika ada riwayat kekerasan atau penganiayaan dalam perkawinan Anda, pastikan Anda meminta kehadiran pihak ketiga di dalam ruangan bersama Anda.
  • Anda juga dapat menyampaikan berita itu kepada suami lewat telepon jika Anda khawatir terhadap keselamatan Anda dan tidak ingin bertatap muka secara langsung dengan suami saat Anda memberi tahu tentang perceraian tersebut.

sumberLhow Wiki


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *