Sungai Batanghari “Romantisme”

  • Bagikan
info seputar jambi

Sungai Batanghari air nya tenang,

tempat mandi anak dara Tangkit,

Sejarah masa lalu perlulah dikenang

Dengan cara dukung Milir merakit 

 

Sebuah pantun yang ditulis secara spontan. Pantun itu penuh dengan pesan, diantaranya betapa agungnya sungai -sungai yang ada di Jambi seperti batanghari. Selain itu juga pesan yang ingin disampaikan terkait acara milir merakit yang dilaksanakan Yayasan Sahabat Sungai Batanghari.

Sungai Batanghari yang membentang sejauh 800 km. Sungai yang penuh romantisme dan ‘kemewahan” . Sering diabadikan dalam bait lagu dan juga sering diabadikan dalam pantun Melayu.

Sungai Batanghari kini berbeda, rasanya sulit mengembalikan rasa “mewah” tersebut, karena yang ada timbulnya rasa kemarahan dan kekecewaan. Meskipun demikian bukan berarti tidak bisa mengembalikan Sungai Batanghari seperti dulu.

Untuk mengembalikannya tentunya bisa dimulai menumbuhkan kesadaran mayarakat,  Untuk menumbuhkan kesadaran itu salah satunya seperti yang dilakukan sekarang ‘Millir Merakit” penelusuran sungai batanghari dengan rakit .

Kegiatan tersebut dapat memberikan edukatif bagi masyarakat terkait sejarah peradaban sungai ini. Dimana kebesaran budaya Melayu dahulu tidak lepas dari keberadaban sungai.

Kegiatan milir merakit ini yang dibuat yayasan sahabat sungai Batanghari, merupakan program dalam menelusuri sungai Batanghari, dari Sarolangun menuju Kota Jambi. Semua Kabupaten/Kota nantinya akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan milir berakit ini, yang menjadi Daerah Aliran Sungai Batanghari. Sehingga HUT provinsi Jambi ke-59 tanggal 06 Januari 2023 para peserta  akan berlabuh.

Selama kegiatan berakit tentunya para peserta mendokumentasikan seluruh kondisi sungai, kawasan lingkungan sepanjang aliran sungai termasuk kawasan penduduk. Hal itu untuk menjaga keutuhan khas dan kultur budaya daerah Jambi.

untuk mengembalikan fungsi ekosistim lingkungan hidup, ekonomi, transportasi sungai, yang tentunya sebagai menjadi sejarah budaya   untuk mengenang kembali kejayaan sungai Batanghari, yang diketahui dulu sungai dijadikan sebagai jalur transportasi menuju Angso Duo kota Jambi.

Kenapa Angso Duo? dulu dikenal sebagai pelabuhan Tanah Timbun adalah tempat bersejarah bagi mantan Gubernur Jambi Pak Hasan Basri Agus (HBA) yg kini snggota DPRRI

“Dan juga saya. Di sinilah rakit yg ditumpangi HBA dan kapal motor yg saya naiki berlabuh, ketika kami melanjutkan sekolah di kota Jambi lebih dari setengah abad lalu. HBA milir dari Sarolangun, saya dari Bamgko. HBA menelusuri Sungai Tembesi, saya beranyut di Sungai Merangin. Berlabuh di Tanah Timbun, pelabuhan tradisional, tempat nyandar kapal2 kecil yg menggandeng tongkang, termasuk rakit2 kala itu’Kata Antony Zeidra Abidin pendidi yayasan sungai batanghari.

 

R


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *