JAMBI, NEWS  

Mukhtadi Putranusa: Kebebasan Pers dalam Jeratan UU ITE di Tahun Pilkada

KENALI.CO.ID – JAMBIKetua Serikat Media Siber Seluruh Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Mukhtadi Putranusa, menjadi pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Bagian Hukum Pemerintah Kota Jambi. FGD ini, yang berkolaborasi dengan PWI Kota Jambi, mengangkat tema

Kebebasan Pers dalam Jeratan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik“, dan digelar di Aula Bappeda Kota Jambi pada Rabu (26/6/2024).

Dalam pemaparannya, Mukhtadi mengangkat bahasan penting berjudul “Independensi dan Intervensi Media Online di Tahun Pilkada”.

Ia menekankan pentingnya media siber untuk tetap bebas dari intervensi politik, memberikan ruang yang sama bagi seluruh kontestan, dan konsisten berperan sebagai ‘anjing penjaga’ atau ‘watchdog’. Mukhtadi juga menyoroti tantangan media dalam membedakan antara produk berita dan iklan.

“Yang penting dalam kontestasi politik, media siber harus bebas dari intervensi politik, memberikan ruang yang sama untuk seluruh kontestan, dan konsisten berperan sebagai ‘watchdog’.

“Tantangan lainnya adalah membedakan antara produk berita dan iklan,” ujar Mukhtadi.

Mempengaruhi keputusan pemilih

Mukhtadi juga menyatakan bahwa peran media siber sebagai ekosistem digital semakin krusial dalam mempengaruhi keputusan pemilih pada Pilkada 2024.

“Peran ini yang semakin krusial bagi media untuk kita diskusikan,” tambahnya.

FGD ini di ikuti oleh 50 peserta dari media online yang ada di Kota Jambi. Selain Mukhtadi, narasumber lainnya dari Diskominfo Kota Jambi dan Kejari Jambi juga turut memberikan pemaparan.

Menurut Mukhtadi, media siber memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi, membentuk opini publik, dan mempengaruhi keputusan pemilih. Di tahun Pilkada serentak, peran ini menjadi semakin penting.

Ia menyoroti beberapa poin penting mengenai peran media siber dalam Pilkada Serempak:

  1. Sumber Utama Informasi: Media siber menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat tentang kandidat, program, dan proses Pilkada.
  2. Membentuk Opini Publik: Media siber memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi dan opini publik terhadap kandidat dan isu Pilkada.
  3. Menjaga Kepentingan Publik:  Pentingnya media siber yang independen dalam menyediakan informasi yang akurat dan berimbang.
  4. Kendala dan Solusi: Mukhtadi juga menggarisbawahi beberapa kendala dalam menjaga independensi media, seperti tekanan politik, finansial, dan konflik kepentingan, serta bagaimana media siber dapat mengurangi ketergantungan pada iklan politik dan mencari sumber pendapatan alternatif.
Baca Juga :  Richard Lee Menyesal Mereview untuk Selamatkan Orang

Mukhtadi, yang juga merupakan pemegang Sertifikat Press Card Number One, menutup pemaparannya dengan menekankan bahwa kolaborasi antar media sangat penting untuk memperkuat posisi tawar dan menjaga independensi media dalam era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *