JAMBI  

Pemprov Jambi Tetap Sediakan Ruang Perawatan Covid-19

Ruang
Gubernur Jambi Al Haris

Kenali.co.id, JAMBI  Pemerintah Provinsi Jambi tetap menyediakan ruang rawat inap untuk pasien Covid-19, meskipun saat ini kasus Covid-19 di daerah itu cenderung menurun.

“Kita bersyukur kasus Covid-19 menurun. Namun sebagai antisipasi tetap disediakan ruang rawat inap khusus untuk pasien Covid-19,” kata Gubernur Jambi Al Haris, Selasa (30/11).

Pemerintah Provinsi Jambi menyediakan beberapa kamar rawat inap di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Begitu pula di rumah sakit yang berada di 11 kabupaten dan kota di daerah itu.

Ketersediaan ruang perawatan tersebut sebagai antisipasi jika terjadi penambahan kasus, mengingat saat ini Covid-19 masih terdeteksi walaupun kasus penularannya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kesiapsiagaan tersebut turut dilakukan hingga di tingkat fasilitas kesehatan puskesmas di mana penapisan terhadap pasien Covid-19 terus dilakukan dan petugas kesehatan tetap disiagakan.

Sementara itu dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, empat kabupaten dan kota di daerah itu nihil kasus Covid-19. Empat daerah tersebut yakni Kota Sungaipenuh, Kabupaten Sarolangun, Merangin dan Kabupaten Muarojambi.

“Ada tujuh daerah yang masih terdapat pasien Covid-19 dan saat ini pasien di daerah itu masih menjalani perawatan,” kata Kepala Bidang Informasi Publik Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah.

Tujuh daerah yang masih terdapat pasien Covid-19 tersebut di antaranya di Kabupaten Batanghari, Kerinci dan Kota Jambi, kemudian Kabupaten Tanjab Barat, Tanjab Timur, Bungo dan Kabupaten Tebo.

Selama pandemi Covid-19 melanda terdapat 29.766 warga Jambi yang terkonfirmasi positif Covid-19. 28.966 orang sudah dinyatakan sembuh dan 778 orang meninggal dunia.

“Untuk cakupan vaksinasi Covid-19 di Jambi 66,36 persen, kita optimis akhir Desember target 70 persen capaian vaksinasi terpenuhi,” kata Johansyah.

Baca Juga :  Warsi : Perusahaan Harus Bertanggung Jawab

Satgas Covid-19 Provinsi Jambi mengimbau masyarakat disiplin menjalani protokol kesehatan dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan di air mengalir menggunakan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas ke luar daerah. (Dhea/Kenali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *