Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto Terbang ke Jenewa, Swiss Terima Penghargaan WCA

  • Bagikan
Rommyi Harianto ke swiss
info seputar jambi

KENALI.CO.ID– SWISS,- Masyarakat Tanjungjabung Timur khususnya dan masyarakat Jambi umumnya serta Negara Indonesia patut bangga . Kabupaten Tanjungjabung Timur menerima penghargaan  Wetland City Acrcredition ( akreditasi kota lahan basah) . Penghargaan Wetland City Acrcredition ( ini baru pertama kali diterima Negara Indonesia.

Atas penghargaan tersebut H. Romi Hariyanto, SE,  Bupati Tanjungjabung Timur langsung terbang ke Jenewa Swiss untuk menerima secara langsung penghargaan tersebut. Sesuai dengan surat undangan yang diterimanya

Dalam surat kementerian Lingkungan hidup  dan kehutanan pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya alam dan ekosistim no S.830/esdae/bppe/ksa.4/8/2022 ditujukan kepada Bupati Tanjungjabung Timur dan Walikota Surabaya hal penerimaan penghargaan wetland City Acrcredition.

Direktur Jendera Kementerian Lingkungan Hidup Dr. Ir Bambang Hendroyono, M.M,  mengharapkan dengan diterima nya penghargaan ini diharapakan dapat mendorong daerah lainnya untuk dapat melakukan upaya yang sama dalam mengintegrasikan manajemen konservasi dan berkelanjutan lahan bahsah dengan pembangunan berkelanjutan.

Pemberian penghargaan itu dilaksanakan disela-sela acara seremoni konfrensi Para Pihak ke14 dari konvebnsi Ramsar pada 5- 13 November 2022 di Jenewa, Swis.

Romi harianto Mingu malam saat berbincang membenarkan penerimaan tersebut dan ia menunjukkan surat undangan tersebut. Saat itu ia mengatakan akan terbang ke Swiss via Jakarta Senin 6/11). “ Saya akan terbang ke Swiss menerimaa penghargaan itu mudah-mudahan lancar’Katanya.

Untuk memastikan apakah Romi sudah sampai di swiss, sekretaris SMSI Pipin sempat chat bupati via WA dalam WA tersebut Romi menyebutkan dirinya sedang berada di Zurich Ibukota Swiss.

Sekilas tentang, wetland City Acrcredition yang dikutip dari berbagai sumber dimana etiap tanggal 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah sedunia. Perayaan ini secara resmi dimulai sejak tahun 1997, menandai diadopsinya suatu perjanjian internasional untuk perlindungan lahan basah, yang diadakan pada tanggal 2 Februari 1971 di kota Ramsar, Iran. Perjanjian internasional tersebut kemudian dikenali sebagai Konvensi Ramsar. Indonesia sendiri telah meratifikasi Konvensi Ramsar sejak tahun 1991 melalui Keputusan Presiden RI No. 48 tahun 1991.

Perayaan hari lahan basah sedunia adalah upaya terus menerus menumbuhkan kesadartahuan mengenai peran penting lahan basah bagi manusia dan planet bumi. Untuk tahun 2018, perayaan hari lahan basah sedunia mengambil tema “Wetlands for a sustainable urban future” atau lahan basah untuk masa depan perkotaan yang berkelanjutan. Tema tersebut ditetapkan dengan pertimbangan bahwa hampir separuh dari jumlah penduduk dunia saat ini hidup di perkotaan.(m)

 

 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *