Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Pelecehan Mahasiswi Kedokteran Unja

  • Bagikan
surat pemanggilan pemeriksaan
info seputar jambi

KENALI.CO.ID, Jambi-Kasus pelecehan mahasiswi kedoteran mulai bergulir.  Penyidik Polresta Jambi telah melakukan pemanggilan terhadap pelaku dan para saksi .

Kanit PPA Polresta Jambi, IPDA Chrisvani saat dikonfirmasi sebagaimana yang dikutip dari jambi ekpres mengatakan telah menjadualkan pemanggilan saksi untuk diminta keterangan.

“Kalau tidak salah ada lima atau enam saksi sudah dipanggil, termasuk juga pelaku sudah kita panggil. Sudah diperiksa,” ujarnya.

Kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum salah satu perawat RSUD Raden Mattaher Jambi kepada seorang Mahasiswi Kedokteran Universitas Jambi itu juga harus dilakukan gelar terlebih dahulu.

” Hasil gelarnya harus penyelidikan lebih mendalam, artinya masih dalam proses penyelidikan. Masih harus diselidiki lagi terkait tindak pidananya,” sebutnya.

Sebagaimana Mahasiswi Kedokteran Universitas Jambi diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah satu oknum perawat RSUD Raden Mattaher Jambi berinisial BP (49). Mahasiswi tersebut diketahui sedang magang di RSUD Raden Mattaher Jambi.

IW (47) selaku ayah korban mengatakan, kejadian terjadi pada Senin 31 Oktober 2022 lalu, saat korban sedang mengambil data riset di dekat Ruang Operasi RSUD Raden Mattaher Jambi kemudian pelaku tiba-tiba mendorong anaknya dari belakang.

Pelaku mendorong korban masuk ke salah satu ruang operasi yang sedang kosong. Kemudian pelaku menyentuh beberapa bagian tubuh korban hingga mencium pipi korban.

Saat itu pelaku juga sempat berupaya melepaskan masker yang dikenakan oleh korban.

Beruntung, saat pelaku sedang menjalankan aksinya terdengar langkah kaki beberapa perawat yang tengah berjalan di lorong tersebut yang membuat pelaku sempat mengendorkan cengkramannya kepada korban.

“Pas ada suara perawat di luar, dia agak lemas kan pegangannya ke anak saya. Waktu itulah anak saya cari kesempatan untuk berontak dan langsung lari,” ucapnya.

Dikatakan ayah korban tersebut, putrinya langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kampus.

“Anak saya tidak lapor saya langsung karena saya lagi gak di Jambi. Saya cuman ditelepon ada sesuatu, tapi tidak dijelaskan apa itu,” katanya.

Karena merasa ada sesuatu yang janggal dari hal tersebut, IW kemudian menelusuri kecurigaannya hingga satu di antara rekan korban menceritakan kronologis yang sebenarnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, ayah korban kemudian meminta istrinya untuk menemui pihak rumah sakit.

Namun, lihat rumah sakit justru meminta agar dirinya tidak melanjutkan permasalahan tersebut ke pihak yang berwajib atau pihak Kepolisian.

Ayah korban kemudian melaporkan seorang oknum perawat RSUD Raden mattaher tersebut ke pihak kepolisian pada 4 November 2022 lalu.

Tepat pada Rabu 30 November 2022 hari ini, IW mendatangi Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi untuk menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan laporan.(*)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *