Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Wanita di Sorong, 1 Masih Buron

  • Bagikan
info seputar jambi

kenali.co.id,KRIMINAL- Polresta Sorong, Papua Barat Daya, menangkap seorang pelaku pengeroyokan dan pembakaran seorang wanita berinisial WG yang dituding sebagai pelaku penculikan anak.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan pelaku berinisial FT ditangkap di wilayah kota Sorong, pada Rabu (25/1), sekitar pukul 08.55 WIT.

“Tim gabungan Polres Sorong Kota telah berhasil menangkap FT,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Adam menyebut dari hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku, yang bersangkutan mengakui telah melakukan pengeroyokan dan pembakaran ketika korban melintasi kompleks Kokoda.

Pelaku yang merasa korban mirip dengan foto penculikan terhadap anak di bawah umur langsung menahan dan memukul korban di depan warga.

“Serta menarik baju sehingga korban telanjang kemudian pelaku menyiram korban dengan menggunakan 1 botol bensin dan mengambil korek dan membakar korban,” jelas Adam.

Dalam melaksanakan aksinya, Adam mengatakan FT dibantu temannya berinisial AT yang berperan membeli bensin dan menyerahkan kepada pelaku.

Ia memastikan pihaknya masih terus mengejar pelaku lainnya yang saat ini masih buron, dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kapolresta Sorong Kota menjanji akan memproses pelaku sesuai aturan yang berlaku,” kata Adam.

Sebelumnya seorang wanita berinisial WG tewas usai dikeroyok dan dibakar lantaran dituding sebagai pelaku penculikan anak di bawah umur.

Kapolresta Sorong Kombes Happy Perdana Yudianto mengatakan saat itu insiden terjadi dengan cepat, sedangkan personel polisi yang ada di sekitar TKP tidak sebanding dengan massa yang begitu banyak.

“Kami akan melakukan tindakan hukum bagi para pelaku pembakaran, nama-nama pelaku sudah ada sementara pengejaran,” ucapnya.

Soal isu penculikan anak yang beredar luas, kata Kapolresta, isu hoaks terkait itu sudah diperintahkan untuk di sampaikan ke masyarakat melalui Kapolsek dan babinkamtibmas.

“Sudah dikroscek dan ternyata tidak benar. Itu hanya hoax. Sampai saat ini tidak ada laporan penculikan anak yang kami terima,” tambahnya.*asih/kenali.co.id

 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *