Sandiaga Uno: Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Berani Berinovasi

Kenali. Co. Id, Jakarta-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk berani melakukan inovasi dan adaptasi di tengah pandemi COVID-19.

Sandiaga menyampaikan hal itu dalam Webinar yang dilaksanakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Rabu (3/2/2021), dengan tema Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kebangkitan Ekonomi Kreatif dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 2021.

 

“Kita tidak tahu kapan pandemi COVID-19 ini berakhir. Kita tidak boleh larut dengan keadaan. Ayo bangkit berinovasi dan kreatif dalam meningkatkan ekonomi, tentunya tetap disiplin menjalankan Protokol Kesehatan,” sebut Sandi pada Webinar yang diikuti para anggota asosiasi pengusaha media siber tersebut.

Sandi menjelaskan bahwa pemerintah pun terus mendorong dan membantu UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang bergerak di sektor wisata.

 

Sandi pun mengajak pers yang tergabung dalam organisasi SMSI untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Media dapat terlibat dalam adaptasi ekonomi kreatif dan inovatif.

 

“Media punya peran yang sangat-sangat strategis dan bisa melakukan langkah kolaborasi dengan Kemenparekraf,” tegasnya.

 

SMSI Organisasi Media Terbesar di Dunia

 

Sandi pada kesempatan itu menobatkan SMSI sebagai organisasi terbesar di dunia, setelah dia mendapat info SMSI mempunyai anggota 1.224 perusahaan media.

 

“Dengan jumlah 1.224 anggota, tentu jumlah wartawannya lebih banyak lagi. Ini potensi yang dapat dielaborasi dalam menata ulang kebangkitan sektor pariwisata Indonesia,” tutur mantan calon Wakil Presiden RI 2019 itu.

 

Menteri Sandi juga menjawab pertanyaan tentang gencarnya mereka melaksanakan kegiatan di Bali. ”Ini karena Bali juga terdampak COVID-19 sampai minus 12 persen, belum pernah terjadi seperti ini. Secara ekonomi, Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata,” jelasnya.

Baca Juga :  Ikut Puncak HPN, Kapolda Jambi : Pers Mitra Strategis

 

Selain Sandiaga, hadir juga sebagai narasumber pada seminar tersebut Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H Maming dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bali Gede Pramana mewakili Gubernur Bali.

Seminar yang diikuti para ketua umum dan pengurus Asosiasi Pariwisata (PHRI, ASITA, AKPI, ASPPI, Cendikiawan Pariwisata, HPI, ASPINDO, PUTRI, MPI, HPP, HHRMA, IFBEC) serta pengurus pusat, pengurus provinsi/kabupaten/kota SMSI se-Indonesia itu dipandu oleh moderator Retno Intani (indonesiatoday.co), Aat Surya Safaat (sin.co.id) dan Hilmi Fabeta (Indonesian Creative Network).

Sandiaga dalam seminar tersebut juga memastikan 1.224 media yang tergabung itu tentunya jumlah wartawannya banyak dengan harapan dapat membantu untuk menata ulang kebangkitan dari sektor pariwisata.

”Melihat kondisi saat ini terdapat 34 juta lapangan kerja yang hidupnya di sektor pariwisata dan ini yang kami inginkan dari juga temen-temen pers nasional. Apalagi SMSI yang anggotaya terdiri 1.224 media siber. Ini saya nobatkan sebagai organisasi perusahaan pers terbesar di dunia,” ungkapnya.

Dikatakan, media siber punya peran yang sangat-sangat strategis dan bisa melakukan langkah kolaborasi dalam tiga pilar di Kemenparekraf yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia yang juga Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengaku betapa pentingnya berkoloborasi dengan media massa dalam mempublikasikan berbagai program pemerintah, termasuk memajukan pariwisata kreatif
di masa pandemi Covid-19 ini.

“Peran media massa sangatlah penting dan berarti didalam mempublikasikan, program pemerintah untuk memajukan berbagai sektor pembangunan, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Senada dengan Airin, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat Mardani H Maming menegaskan dunia usaha ekonomi kratif harus berkoloborasi dengan media massa.

Baca Juga :  Gampong Peunyeurat Berpeluang Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

“Sebab media itu sangat penting perannya dalam membangun informasi yang positif ke masyarakat untuk meningkatkan dan memajukan ekonomi kreatif dan pariwisata,” kata mantan Bupati Tanahbumbu Kalimantan Selatan itu.

Hal itu juga diakui, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Pemprov Bali Pramana Gede.
“Untuk mempromosikan pariwisata di Bali tidak terlepas dari peran media sehinggga kehadiran media sangat penting artinya dalam mendukung kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Bali,”jelas Pramana Gede.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus mengatakan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika dunia belum dilanda Covid-19.

“Di tengah kemerosotan semua bidang usaha akibat virus Covid-19, SMSI bersama 1.224 anggota yang terdiri dari perusahaan media siber, berusaha tetap bergandeng tangan supaya tidak terporak-porandakan akibat dampak Covid-19. Para anggota SMSI punya tugas penting dalam usahanya, yaitu menjaga semangat diri sendiri, dan menyebarkan informasi yang membawa semangat serta harapan baru untuk masyarakat,” katanya. (*)