Satgaswas Diterjunkan di 13 Titik dan 5 Posko, Memperlancar Arus Mobil Batubara dan Umum

  • Bagikan
info seputar jambi

KENALI.CO.ID, Muarabulian- Aktivitas truk angkutan batubara senin (5/12)  malam sudah mulai diperbolehkan beroperasi. 130 orang satuan tugas pengawas (satgaswas) diterjunkan di 13 titik tertentu untuk mengatur dan membantu kelancaran semua kendaraan. Tidak hanya untuk angkutan batu bara tapi juga untuk mobil umum dan angkutan lainnya.

Beroperasinya aktivitas angkutan Batubara , ditandai dengan digelarnya apel pengawas di halaman Mapolres Batanghari yang dipimpin langsung Kapolres Batanghari AKBP Bambang purwanto.

Hadir juga dalam apel siaga itu Apani Saharudin Asisten I Setda Provinsi Jambi, Kasat lantas Polres Batanghari, Pejabat dinas perhubungan provinsi dan Batanghari, Pol PP dan perwakilan Assosiasi Pengusaha Tambang Batubara Provinsi Jambi.

Dalam arahannya, Kapolres mengatakan bahwa kegiatan ini baru pertama dilakukan. “Kegiatan ini sudah direncanakan sebelumnya. Untuk mengatur kelancaran truk batu bara . pengaturan waktu, tindakan-tindakan yang nantinya akan dilakukan dan pembagian personel. Untuk secara teknisnya akan disampaikan Kasat lantas ” kata Kapolres.

Sebagaimana Setelah dihentikan lebih kurang dua pekan maka dengan dimulainya apel siaga tersebut maka  aktivitas truk angkutan batubara diperbolehkan untuk beraktivitas atau beroperasi dengan aturan yang telah ditetapkan .

Personil dibagi tugas untuk disebar ke 13 titik yang ditentukan. Penempatan para petugas ini dipimpin oleh kepala satuan lalu lintas polres batanghari AKP Sudiharsono.

Dari 130 petugas pengawas yang terdiri dari TNI, Polisi, Pol PP dan Dinas Perhubungan  masing-masing petugas disiagakan 13 titik dan 5 Posko pemantauan.  Satgas akan terus memantau 8 titik lokasi yang dianggap rawan terjadinya kemacetan.

Kasatlantas Polres Batanghari dihadapan Satgawas mengatakan mereka melakukan patroli/ dan mengatur arus lalu lintas  serta penyekatan bila diperlukan.  “Setiap kendaraan diperbolehkan keluar dari mulut tambang dan kantong parkir/ pada pukul 19.00 wib.

Kendaraan dari kabupaten sarolangun akan disekat di kecamatan batin 24 pukul 01.00 dini hari, sedangkan kendaraan dari kabupaten tebo akan disekat di kecamatan marosebo ulu pukul 02.00 dini hari.

Untuk antisipasi kemacetan, pihaknya menerapkan sistem buka tutup di mulut tambang. Di mana, truk  yang keluar dari mulut tambang akan di atur jam keluarnya, . Sistem ini berlaku di tiga wilayah, Sarolangun, Tebo dan Kotoboyo.

pengaturan truk batubaraPertama, di Simpang BBC, Kelurahan Sridadi, Simpang Muara Tembesi, Desa Jebak dan Desa Koto Boyo serta delapan titik yang rawan kemacetan mulai dari BBC, Tembesi hingga Koto Boyo.

“Seluruh personel berjumlah 130 orang terdiri dari Polri, TNI, Dishub Jambi, Batnghari  , Satpol PP Jambi dan Batanghari Mulai sore ini sudah bertugas hingga kegiatan selanjutnya,” ujarnya .

Sementara itu asisten satu setda provinsi jambi apani saharudin mengatakan/ bahwa kebijakan ini telah disampaikan kepada seluruh perusahaan melalui asosiasi pengusaha batubara provinsi jambi atau apb, sehingga para sopir truk angkutan batubara  diminta untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan/

“Demi kelancaran bersama maka semua pihak yang terkait seperti pemilik IUP, assiasi sopir dan lainnya harus mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. Begitu juga satuan tugas yang diterjunkan dilapangan, bertugas sebaiknya demi kelancaran arus lalu lintas”katanya.

Aangkutan batu bara sudah bisa melintas mulai hari ini . Petugas di lapangan akan menjalankan patroli, mengatur lalu lintas dan buka tutup lalu lintas sesuai situasi diperlukan sebagaiman yang diterangkan Kasatlantas.

“ Satgaswas akan membantu semua yang ada di jalan bukan hanya batu bara jadi warga pengguna jalan akan dilayani dan difasilitasi supaya lalu lintas menjadi lancar,” katanya. (m)

 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *