Serangan Drone AS di Kabul Afghanistan Bunuh 10 Warga Sipil termasuk 7 Anak

  • Bagikan

Kenali.co.id, WASHINGTON DC – Serangan drone alias pesawat tak berawak milik AS di Kabul, Afghanistan, bulan lalu menewaskan sebanyak 10 warga sipil termasuk 7 anak. Militer AS mengonfirmasi jumlah korban itu pada Jumat (17/9/2021), dan meminta maaf atas peristiwa tersebut.

Washington DC menyebut jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil akibat serangan drone mereka itu sebagai “kesalahan tragis”. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menyatakan, serangan drone yang berlangsung pada 29 Agustus itu seharusnya menyasar seorang pelaku bom bunuh diri ISIS.

Anggota ISIS itu menjadi ancaman bagi pasukan pimpinan AS di Bandara saat mereka menyelesaikan tahap terakhir penarikan tentara dan warga Amerika dari Afghanistan. Sayangnya, ketika laporan tentang jatuhnya korban sipil akibat serangan drone AS itu muncul pertama kali, petinggi militer Amerika malah menggambarkan langkah tersebut “sudah benar”.

Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, pada saat itu mengatakan bahwa dia yakin serangan pesawat tak berawak itu dapat mencegah ancaman yang akan segera terjadi terhadap pasukan AS di Bandara Kabul.

“Namun, penyelidikan kami sekarang menyimpulkan bahwa serangan itu adalah kesalahan yang tragis,” kata McKenzie kepada wartawan, dikutip Reuters, Sabtu (18/9/2021) WIB.

Sang jenderal mengatakan, dia sekarang percaya bahwa tidak mungkin orang-orang yang tewas dalam serangan drone pada 29 Agustus itu adalah anggota afiliasi ISIS di Afghanistan (juga disebut ISIS-Khorasan atau ISIS-K) yang menjadi ancaman bagi pasukan AS. Menurut McKenzie, Pentagon sedang mempertimbangkan pemulihan bagi keluarga korban.

Serangan drone AS itu terjadi tiga hari setelah seorang pelaku bom bunuh diri ISIS menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan yang berkerumun di luar gerbang Bandara Kabul untuk menunggu dievakuasi dari negara itu.

Setelah aki bom bunuh diri di bandara itu, militer AS melancarkan serangan pesawat tak berawak di Afghanistan Timur—yang diklaim menewaskan dua militan ISIS. Serangan kedua drone itu, yang memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil Afghanistan, terjadi ketika militer AS berada dalam keadaan siaga tinggi, setelah para pejabat memperingatkan adanya ancaman lebih banyak serangan di Bandara Kabul. (Yusuf/Kenali.co.id)


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *