Skuad Liverpool ‘Sikut-sikutan’ di Dalam, tapi…

Liverpool
Liverpool masih berjuang di empat kompetisi musim ini(erman/kenali.co.id)

kenali.co.id, OLAHRAGAKomposisi skuad Liverpool diakui memicu persaingan ketat antarpemain untuk setiap posisi. Andy Robertson menegaskan itu tak bikin para pemain lupa tujuan utama.

Liverpool masih aktif di seluruh kejuaraan yang diikuti musim ini. Mereka masih berupaya mengejar Manchester City di Premier League, lalu telah menjejak final Piala Liga Inggris, berada di babak kelima Piala FA, dan dalam posisi bagus di 16 besar Liga Champions.

Seperti diketahui, Liverpool menang 2-0 atas Inter Milan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Anak-anak asuh Juergen Klopp itu punya keuntungan besar karena leg kedua digelar di Anfield.

Liverpool niscaya akan berupaya sebaik mungkin untuk merebut trofi sebanyak-banyaknya. Setidaknya ‘Si Merah’ punya komposisi skuad yang bagus sebagai modal.

Kedatangan Luis Diaz dari Porto di Januari lalu misalnya, menambah pilihan di lini depan Liverpool yang sudah berisi Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Diogo Jota. Itu belum mempertimbangkan nama-nama lain seperti Takumi Minamino, Harvey Elliott, dan Divock Origi.

Di tengah, persaingannya tak kalah sengit, berisi pemain-pemain berpengalaman seperti Jordan Henderson, James Milner, Fabinho, Thiago Alcantara, Naby Keita, Alex-Oxlade Chamberlain. Ada pula gelandang muda Curtis Jones yang mulai mendapatkan kepercayaan besar Juergen Klopp.

Di posisi bek tengah pun persaingannya sama sengitnya. Kecuali Virgil van Dijk yang hampir pasti jadi pilihan pertama, nama lain seperti Ibrahima Konate, Joe Gomez, dan Joel Matip berebut posisi.

Bek kiri Liverpool Andy Robertson pun termasuk yang harus menghadapi situasi itu, sejak kedatangan Kostas Tsimikas. Ia tak menampik ada persaingan di dalam tim demi merebut posisi utama, tapi rivalitas itu justru menghadirkan output positif untuk tujuan bersama.

Baca Juga :  Granit Xhaka: Arsenal Tuai Hasil Dari Kesabaran Dengan Mikel Arteta

“Kami semua bersaing untuk posisi yang sama, tapi yang terpenting adalah kami semua berjuang untuk tujuan yang sama. Kami semua menginginkan sukses dan cuma bisa meraihnya dengan bekerja bersama-sama,” ungkap Andy Robertson dilansir Football365.

“Ketika Anda melihat kualitas yang hadir dari bangku cadangan, itu bisa menghidupkan pertandingan dan itulah yang terjadi,” sambungnya.

Opsi melimpah itu pula yang menjadi jalan keluar Liverpool kala menaklukkan Inter Milan. Masuknya Firmino, Diaz, Keita, dan Henderson membantu Liverpool menjaga tekanan ke tuan rumah sekaligus meredam mereka.

“Pertemuan ini belumlah berakhir. Inter adalah tim yang sangat bagus dan mereka akan datang ke Anfield dengan kepercayaan diri penuh, berpikir bahwa mereka bisa memberi masalah buat kami,” sahut Robertson soal kemenangan atas Inter.(erman/kenal.co.id)