Temas Siap Bagikan Dividen Rp 65,79 per Saham

Kenali.co.id – EKONOMI BISNIS Pemegang saham PT Temas Tbk (TMAS) menyetujui pembagian dividen tunai 2021 sebesar Rp 375,34 miliar atau 65,79 per lembar saham. Hal ini telah disepakati pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar Kamis, (9/6/2022).

Sebelumnya, PT Temas Tbk telah membagikan dividen interim sebesar Rp 124,66 miliar atau Rp 21,85 per lembar saham pada Januari lalu. Sehingga total dividen yang dibagikan atas laba bersih tahun buku 2021 yakni sebesar Rp 499,99 miliar dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021.

“RUPST menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2021 dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp 499,99 miliar atau Rp 87,64 per lembar saham,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Temas Tbk Marthalia Vigita dalam paparan publik usai RUPST, Kamis, 9 Juni 2022.

Sisa laba bersih tahun buku 2021 sebesar Rp 197,62 miliar akan dicatat sebagai laba ditahan. Sepanjang 2021, laba perseroan melonjak 1.008,01 persen menjadi Rp 695,69 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp 62,79 miliar pada 2020.

Melonjaknya laba bersih Temas dihasilkan dari kombinasi naiknya pendapatan perseroan dan laba pelepasan aset tetap Temas. Pendapatan Temas tercatat sebesar Rp 3,37 triliun, naik sebesar 26,25 persen dibanding pendapatan perseroan pada 2020 yang sebesar Rp 2,67 triliun.

Sementara di laporan keuangan perseroan dicatatkan ada perolehan laba pelepasan aset tetap pada 2021 sebesar Rp 587,35 miliar.

Perolehan laba aset tetap tersebut bersumber dari pelepasan aset perseroan. Total nilai tercatat aset tetap Temas mencapai sebesar Rp 3,17 triliun hingga 31 Desember 2021. Namun, PT Temas Tbk tidak merinci aset tetap mana yang dilepaskan.

Gerak Saham TMAS

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 9 Juni 2022, saham TMAS melemah 2,17 persen ke posisi 2.700. Saham TMAS dibuka turun 30 poin ke posisi Rp 2.730 per saham.

Baca Juga :  IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Intip Saham Rekomendasi

Saham TMAS berada di level tertinggi Rp 2.800 dan terendah Rp 2.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.016 kali dengan volume perdagangan 53.206 saham. Nilai transaksi Rp 14,4 miliar.

Koreksi saham TMAS terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun tipis. Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah terbatas 0,15 persen ke posisi 7.182,83. Indeks LQ45 merosot 0,43 persen ke posisi 1.037,17. Sebagian besar indeks acuan kompak tertekan.

Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.257,99 dan terendah 7.174,82. Sebanyak 318 saham melemah sehingga menekan IHSG. 202 saham menguat dan 173 saham diam di tempat.

Sementara itu, sepanjang 2022, saham TMAS melambung 97,08 persen ke posisi Rp 2.700 per saham. Saham TMAS berada di level tertinggi Rp 3.360 dan terendah Rp 1.165 per saham. Total volume perdagangan saham 738.426.485 saham. Nilai transaksi Rp 1,5 triliun. Total frekuensi perdagangan 360.378 kali.

Alihkan Kapal kepada Anak Usaha

PT Temas Tbk (TMAS), emiten bergerak di kegiatan usaha di bidang pelayaran mengalihkan delapan unit kapal kepada anak usaha PT Temas Shipping pada 12 November 2021.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/11/2021), PT Temas Tbk mengalihkan aset dengan menjual atas delapan unit kapal kepada anak usaha. Delapan unit kapal yang dilepas itu antara lain KM Ayer Mas, KM Kawa Mas, KM Kedung Mas, KM Muara Mas.

Selain itu, KM Curug Mas, KM Kisik Mas, KM Palung Mas, dan KM Teluk Mas. Nilai transaksi penjualan kapal Rp 85,80 miliar per unit. Total penjualan kapal itu Rp 686,40 miliar kepada PT Temas Shipping. Adapun perseroan memiliki saham PT Temas Shipping sebanyak 99,85 persen.

Baca Juga :  OJK akan Atur Penjualan Produk Asuransi Lewat Platform Digital

PT Temas Tbk menyatakan, transaksi penjualan aset kepada Temas Shipping ini untuk restrukturisasi bisnis perseroan dalam bidang pelayaran dengan segmentasi volume/muatan dan wilayah jasa operasional pelayaran, perseroan menjual kapal sesuai dengan kebutuhan operasional anak usaha untuk melayani pelabuhan kecil dan menengah di Indonesia.

“PT Temas Shipping juga memerlukan tambahan armada untuk mencukupi kebutuhan operasionalnya khususnya pada rute-rute dan pelabuhan kecil dan menengah, maka perseroan mengalihkannya kepada PT Temas Shipping,” tulis perseroan.

PT Temas Tbkmenyatakan pengalihan unit kapal tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, laporan keuangan, termasuk juga tidak berdampak hukum.

Target 2021

Sebelumnya, Perusahaan miten pelayaran PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) Tbk (TMAS) menargetkan bisa membukukan pendapatan sebesar Rp 3,15 triliun pada akhir 2021.

Hal tersebut disampaikan Managing Director Temas Faty Khusumo dalam paparan publik virtual dengan media dan analis, Senin, 13 Desember 2021.

Target perolehan pendapatan tersebut meningkat signifikan dibanding perolehan pendapatan perseroan di 2020 lalu, yaitu sebesar Rp 2,7 triliun. Hingga akhir Kuartal III 2021, pendapatan Temas sudah mencapai sebesar Rp 2,35 triliun.

Berdasarkan materi yang dipublikasikan perseroan, hingga Kuartal III 2021,  laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 623,26 miliar.

Perseroan optimistis bisa mencapai targetnya untuk laba bersih sepanjang tahun ini sebesar Rp 850 miliar. Direktur Keuangan Temas Ganny Zheng mengatakan optimistis bisa mencapai target pendapatan dan laba bersih yang sudah ditetapkan. Selain dari pendapatan operasional, perseroan juga mendapatkan pendapatan non operasional dari penjualan kapal-kapal tua.

“Kami optimistis revenue bisa di atas Rp 3 triliun, sesuai forecast yang kami paparkan tadi (Rp 3,15 triliun), dan laba bersih bisa mencapai sebesar Rp 850 miliar, naik drastis dari 2020, yang hanya Rp 52 miliar,” kata Ganny.

Baca Juga :  Sri Mulyani Umumkan 21 Nama Kandidat Dewan Komisioner OJK

Direktur Temas Harry Haryanto mengatakan, secara operasional, pendapatan bisa meningkat sesuai target tersebut karena ada kenaikan  volume penjualan sekitar 12 persen dan adanya kenaikan tarif pengangkutan kapal domestik sebesar 5 persen.

“November Ini tadi juga masih ada kenaikan penjualan, dan kami harapkan Desember ini juga penjualan masih terus Naik,” kata dia.

Mayoritas pendapatan perseroan masih bersumber dari jasa operasional kapal, yaitu sebesar 80 Persen. Sisanya bersumber dari jasa penyewaan kontainer dan juga penjualan lain-lain.

Hingga akhir kuartal III, volume penjualan Temas sudah mecapai lebih dari 365.000 teus.

(nurhidayani/kenali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *