⌾ KENALI INFO
KEJAKSAAN TEMUKAN 50 STEMPEL BERBAGAI JENIS YANG MASIH BASAH KANTOR KPU TANJABTIM ◉ UANG SITAAN RP 230 JUTA DARI KANTOR KPU TANJABTIM DITITIP KE KAS NEGARA ◉ 4 RUANGAN KPU TANJABTIM MASIH DIPASANG SEGEL KEJAKSAAN SELAMA 4 HARI ◉ KETUA KPU TANJABTIM NURKHOLIS TAK MASUK KERJA PASCA PENGGELEDAHAN YANG DILAKUKAN KEJAKSAAN ◉ SENGKETA LAPANGAN PEMUDA AKSO DANO, PULUHAN WARGA TOLAK PEMASANGAN PLANG PEMERINTAH OLEH JAKSA PENGACARA NEGARA ◉ TANAH LONGSOR, AKSES JALAN MENUJU 7 DESA DI KECAMATAN BATANG ASAI PUTUS TERIMBUN MATERIAL LONGSOR ◉ RUMAH WARGA DI DESA BATU PENYABUNG SAROLANGUN NYARIS TERJUN KE JURANG SEDALAM 8 METER AKIBAT TANAH LONGSOR ◉ KAPOLRES BUNGO TEMUKAN PERALATAN PETI DI DEKAT AREA BANDARA ◉ KASUS PERCERAIAN DI TANJABTIM SELAMA MASA PANDEMI MENCAPAI 315 KASUS ◉ KPK MINTA PEMKOT JAMBI MENGOPTIMALKAN PAD DAN TERTIBKAN ASET ◉ WALIKOTA SYARIF FASHA JADI PEMATERI LITERASI DIGITAL YANG DISELENGGARAKAN DPR RI ◉ WAWAKO MAULANA PAPARKAN PERKEMBANGAN WISATA DANAU SIPIN DALAM KEGIATAN TEMASEK FOUNDATION URBAN RESILENCE PROGRAMME 2021 ◉ GUBERNUR AL HARIS LANTIK MUCHLIS SEBAGAI KOMISARIS DAN DAN MUDASIR SEBAGAI DIREKTUR PT JII ◉ PEMPROV JAMBI TERIMA PIAGAM DAN PLAKAT PENGHARGAAN OPINI WTP DARI KEMENKEU ◉ GUBERNUR AL HARIS CEK ISOTER DAN RSUD RADEN MATTAHER JAMBI ◉ ISOTER ASRAMA HAJI DAN BPSDM DITUTUP SEMENTARA KARENA PASIEN SUDAH MENURUN ◉ KABUPATEN MERANGIN DINYATAKAN NOL KASUS POSITIF COVID-19 ◉ KASUS AKTIF COVID-19 DI MUARO JAMBI TERUS MENGALAMI PENURUNAN ◉ SEKOLAH DI BATANGHARI BUTUH 35 ORANG PENGAWAS ◉

Tidak Kooperatif, TikTokers Terancam Dijemput Polisi

  • Bagikan

Kenali.co.id, Jambi – Tim Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi serius mengungkapkan dugaan kasus penghinaan terhadap warga Jambi yang dilakukan oleh Tsawabulkhair, pemilik akun tiktok @iamnotfatjustfluppy beberapa waktu lalu. Namun, TikTokers tersebut hingga kini tidak kooperatif dan terancam dijemput paksa.

Menurut Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram saat dihubungi mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Bahkan, dirinya mengaku bahwa kasus ini langsung mendapatkan atensi dari pihak Mabes Polri.

“Memang ada aturan, kalau kasus dugaan penghinaan seperti ini, harus dikedepankan proses Restorative Justice. Disamping itu, kami juga mendapat arahan seperti itu dari Mabes Polri,” ujar Bram, Jumat (24/9/2021).  Dia juga menambahkan, dari hasil penyelidikan sejauh ini, pelaku tidak kooperatif terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh petugas.

“Posisinya kan sedang di Jawa Barat. Kita sudah temui orang tuanya agar segera memulangkan yang bersangkutan ke Jambi, dan bisa kita pertemukan dengan pelapor,” katanya.

Ini dimaksudkan agar terjadi mediasi kedua belah pihak.

“Kita arahkan untuk mediasi, namun kemarin alasannya tidak ada biaya, terus ada pihak yang menyanggupi untuk memulangkan terlapor tidak diambil juga kesempatan itu. Jadi yang jelas tidak kooperatif,” ujar Bram. Tidak hanya itu, penyidik juga berusaha secara persuasif agar terlapor pulang ke Jambi. Namun, lanjutnya, dia malah mengganti nomor handphonenya.

“Kita arahkan untuk mediasi, namun kemarin alasannya tidak ada biaya, terus ada pihak yang menyanggupi untuk memulangkan terlapor tidak diambil juga kesempatan itu. Jadi yang jelas tidak kooperatif,” ujar Bram. Tidak hanya itu, penyidik juga berusaha secara persuasif agar terlapor pulang ke Jambi. Namun, lanjutnya, dia malah mengganti nomor handphonenya.

Jika proses pemeriksaan saksi dan barang bukti sudah selesai, lanjutnya lagi, maka kasus ini akan segera digelarkan di Mabes Polri.  “Kalau sudah gelar di Mabes nanti, maka sudah terlambat proses mediasi itu. Apalagi kalau sudah ditetapkan tersangka, tidak ada peringatan lagi. Terpaksa akan kita lakukan penjemputan,” ucapnya.

Sebelumnya, kasus ini sudah berlanjut ke tahap penyelidikan oleh Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi. Dengan dikeluarkannya penunjukan ini, laporan pengaduan atas kasus penghinaan tersebut masuk ke tahap penyelidikan.  Sebelumnya, melalui sebuah akun TikTok pelaku mengeluarkan perkataan tidak pantas untuk warga Jambi. Akibatnya, sejumlah warga Jambi melaporkan pelaku ke Polda Jambi.(Yusuf/Kenali.co.id)


GOLD POINT JAMBI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *