Truk Batu Bara Masuk Kota Didenda Rp50 Juta dan Kurungan 6 Bulan

  • Bagikan
info seputar jambi

KENALI.CO.ID– Jambi- Tindakan tegas dilakukan Walikota Jambi Syarif Fasha banyaknya truk batu bara yang masuk dalam wilayah kota, sangat menggu aktivitas warganya. Padahal dalam Peraturan Walikota (Perwali) sangat jelas bahwa dilarang.

Melihat Kondisi ini, membuat Wali Kota Jambi melakukan pembahasan dengan staf dan beberapa pihak. Hasilnya, rumusannya salah satunya memberi sanksi bagi truk batu bara yang masih nekat masuk dalam Kota Jambi hukuman penjara selama 6 bulan denda sebesar Rp50 juta dan mobilnya ditahan mulai 2 minggu hingga 1 bulan.

Aturan ini juga telah sesuai dengan Perda Kota Jambi Nomor 4 tahun 2017 pasal 22, bagi angkutan yang melintas tak sesuai kelas jalan, maka bisa dikenakan sanksi dan denda yang dimaksud.

“Pengawasan sendiri juga dibantu oleh Kecamatan, Kelurahan hingga Ketua RT,” kata Fasha. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemasangan portal di sejumlah titik, seperti di jalan Jepang, Danau Teluk dan di dekat PT Remco Kecamatan Pelayangan Kota Jambi.

“Termasuk pemasangan portal di jalan yang menghubungkan Jalan Lingkar Barat dan Selatan menuju jalan status Kota Jambi,” terangnya.

Adapun titik-titik tersebut seperti di, Jalan Sersan Anwar Bay kawasan SMAN 11 Kota Jambi,  Jalan Bhakti kawasan Kebun daging, Jalan KH Ismail Malik kawasan Villa Kenali, dan Jalan Darmawangsa kawasan simpang Palembang dan Kebon Kopi.

Tambah Fasha, terkait aturan dan sanksi tersebut berlaku sejak ditetapkannya keputusan tersebut. “Mulai berlaku malam ini (tadi malam, red),” timpalnya.

Banyaknya truk batu bara yang masuk dalam Kota Jambi ini, menurut Fasha seolah-olah mereka berpikir bahwa pemerintah tidak ada.

Seolah-olah yang berkuasa adalah pengusaha batu bara. “Hal ini  tidak bisa kita biarkan semakin lama, semakin panjang,” kata Fasha, memulai rapat, Rabu 25 Januari 2023.

Kata Fasha, jumlah angkutan truk batu bara yang nekat masuk ke jalanan dalam kota Jambi mencapai ratusan tiap malamnya.

Maka dari itu, ia tidak menginginkan hal ini jadi tradisi, seolah-olah tidak ada hukum. Fasha juga mengatakan, banyak dampak yang diakibatkan truk batu bara masuk wilayah Kota Jambi.

Selain kerusakan jalan, konflik masyarakat, masalah kesehatan, rawan kecelakaan, inflasi dan hal buruk lainnya.

“Mungkin kabupaten lain minim tindakan. tapi kita tidak ingin angkutan batu bara merajalela di jalanan dalam Kota Jambi,” tegasnya.

Maka dari itu, perlu langkah konkret berupaya payung hukum terkait angkutan truk batu bara, yang masih tetap nekat lewat jalanan dalam Kota Jambi.

“Bisa terjadi hukum rimba, sudah banyak RT yang menghubungi saya untuk melakukan pencegahan bahkan penutupan jalan. Tapi hal ini saya antisipasi, dan menyerahkan sepenuhnya ke Pemkot Jambi,” jelasnya.


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *