Tuntut Polusi Batu Bara Diselesaikan, Masyarakat Marunda Longmarch ke Kemenhub

Kenali.co.id, NASIONAL – Massa aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (F-MRM) melakukan longmarch dari Balai Kota Jakarta menuju kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mereka bakal menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencemaran abu batu bara di kawasan Marunda, Jakarta Utara diselesaikan.

Senin (14/3/2022) massa aksi mulai berkumpul di depan Balai Kota pukul 10.39 WIB. Mereka terlihat menggunakan pakaian berwarna putih dan merah.

Nampak satu mobil komando berada di lokasi. Beberapa massa aksi juga tampak membawa sejumlah atribut berupa bendera Indonesia dan F-MRM, serta spanduk berisikan tuntutan. Terlihat sejumlah petugas kepolisian berjaga di sekitar area Balai Kota. Arus lalu lintas di lokasi terpantau ramai lancar.

“Ini warga anda, kami menuntut polusi batu bara di Marunda segera ditiadakan, kami warga Marunda saat ini akan menuju Kemenhub,” kata Ketua F-MRM Didi Suwandi dalam orasinya disepanjang jalan menuju kantor Kemenhub.

“Lawan debu batu bara, lawan, lawan, lawan,” katanya yang diikuti oleh massa aksi lainnya.

Berikut tiga tuntutan warga Marunda:
1. Tritura (tiga tuntutan rakyat) yakni tanggung jawab lingkungan, tanggung jawab kesehatan dan tanggung jawab sosial.

2. Evaluasi, copot, dan berikan sanksi KSOP Marunda yang telah lalai dan melakukan pembiaran atas segala yang terjadi di pelabuhan Marunda sehingga menimbulkan dampak pencemaran lingkungan hidup.

3. Evaluasi konsesi PT Karya Citra Nusantara yang telah lalai, tidak taat dan sengaja tidak melakukan perbaikan sehingga menimbulkan dampak pencemaran lingkungan hidup.

Polusi Batu bara Disorot KPAI

Sebelumnya diberitakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti parahnya pencemaran akibat abu batu bara di kawasan Marunda, Jakarta Utara. KPAI menerima sejumlah aduan warga, salah satunya pencemaran abu batu bara membuat ada anak yang menjalani transplantasi atau operasi mengganti kornea mata.

Baca Juga :  Curanmor Gasak Sepeda Motor Ditengah Guyuran Hujan Terekam CCTV

Hal itu disampaikan Komisioner KPAI Retno Listyarti berdasarkan keterangan tertulis, Sabtu (12/3/2022). Retno mengaku pihaknya menerima informasi dari anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Johny Simanjuntak, pada Minggu (6/3/2022), terkait kondisi warga di Rusun Marunda.

KPAI telah melakukan komunikasi dengan warga sekitar. Retno mengatakan warga, terutama anak-anak, mengalami berbagai penyakit akibat abu batu bara. Dia mengatakan warga mengalami masalah pernapasan hingga gatal-gatal pada kulit, bahkan ada anak yang harus membutuhkan donor mata.

Retno menyebut pihaknya datang dan melakukan pengawasan di satuan pendidikan yang dekat dengan pengolahan batu bara di sana pada Kamis (10/3/2022).

“Sekolah satu atap yang terdiri dari SDN Marunda 05, SMPN 290, dan SLB Negeri 08 Jakarta Utara. Gunungan batu bara dapat disaksikan dengan sangat jelas dari lantai empat SMPN 290 Jakarta,” kata Retno kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).

Retno mengatakan pihaknya sempat mengadakan komunikasi dengan warga di Marunda. Warga, katanya, telah merasakan dampak pencemaran abu batu bara sejak 2018. Retno mengatakan kondisi kian buruk seiring berjalannya waktu.Dia mengatakan abu batu bara telah mengganggu aktivitas di sekolah. Dia menyebut pihak sekolah harus mengepel lantai empat kali untuk menghilangkan abu batu bara.

(Arl/kenali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *