Verstappen Sempat Tak Yakin dengan Strategi Red Bull

  • Bagikan

Kenali.co.id, Amerika Serikat – Max Verstappen dari tim Red Bull berhasil menundukkan Lewis Hamilton dengan fantastis pada Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat (AS), Minggu (24/10/2021).

Penonton yang memadati Circuit of The Americas (COTA) benar-benar terhibur dengan aksi dua pembalap terbaik Formula 1 saat ini pada balapan ke-17 Kejuaraan Dunia MotoGP 2021.

Max Verstappen (Red Bull Racing Honda) dan Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) langsung menyuguhkan aksi saling balap sesaat setelah start. Hamilton memenangi duel merebut Tikungan 1 pada lap pertama.

Namun, dalam beberapa lap sebelum balapan berdurasi 56 lap tersebut berakhir, Verstappen menunjukkan kematangan teknik dan mentalnya.

Dengan kondisi ban yang lebih buruk karena delapan lap lebih cepat saat melakukan pit stop kedua, serta hambatan dirty air dari Mick Schumacher (Haas F1) yang menjadi backmarker, pembalap asal Belanda itu mampu menahan tekanan berat dari Hamilton.

Seusai balapan, di depan para wartawan Verstappen mengaku sempat tidak yakin dengan strategi ofensif (menekan) yang dijalankan Red Bull. Verstappen menyebut, strategi tersebut dibuat setelah ia kalah cepat dari Hamilton di Tikungan 1 lap pertama.

“Dari situ kami berpikir harus mencoba sesuatu yang berbeda,” ujar Verstappen setelah merebut kemenangan kedelapannya di F1 musim ini.

Melihat situasi lomba, para teknisi Red Bull pun memilih strategi menyerang untuk Verstappen, dengan masuk pit lebih cepat daripada Hamilton yang saat itu tampak nyaman di P1.

Verstappen pun dinilai cocok untuk melakukan strategi yang diistilahkan undercut tersebut. Ia mengganti ban medium ke keras pada lap 10 atau tiga lap lebih cepat daripada Hamilton yang juga menukar ban ke hard.

Pada lap 29, Verstappen kembali menerapkan stategi agresifnya dengan masuk pit untuk menukar ban hard dengan yang baru. Satu lap berselang, rekan setim Verstappen, Sergio Perez, memberi jalan kepadanya agar naik ke P2 sehingga bisa lebih menekan Hamilton.

Verstappen berhasil merebut P1 dari Hamilton saat juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) itu masuk pit keduanya pada lap 37.

Kecepatan Red Bull RB16B geberan Verstappen ini diakui oleh Hamilton lebih baik dibanding Mercedes F1 W12 miliknya. Hamilton melihat Verstappen sangat cepat mampu mengejarnya sehingga dengan mudah memimpin lomba saat ia melakukan pit stop.

Dengan ban yang delapan lap lebih segar – Hamilton masuk pit kedua pada lap 37 sedangkan Verstappen lap 29 – sekira lima lap sebelum finis, Hamilton mampu mengikis gap dengan Verstappen di P1, berkat serangkaian fastest lap yang dibuatnya.

Kekuatan keduanya terlihat seimbang karena kecepatan super Hamilton di Sektor 1 mampu ditutupi kecepatan Verstappen di middle sector. Kendati begitu, Hamilton akhirnya harus mengakui kecepatan Verstappen dan menyerah dengan gap 1,3 detik lebih lambat.

“Kami memang memilih strategi agresif pada lomba GP AS ini. Saya sebelumnya tidak bisa memastikan apakah ini akan bekerja bagus,” tutur Max Verstappen.

“Pada lap-lap akhir, balapan sungguh menyenangkan. Saya memang sempat selip di beberapa tikungan cepat. Tetapi sangat senang kami mampu memenangi balapan di Austin,” ucap Verstappen yang baru kali pertama ini memenangi GP AS.

Tambahan 25 poin dari COTA membuat Max Verstappen kini unggul 12 poin (sebelumnya enam) atas Hamilton di peringkat kedua. Mereka akan bersaing kembali di Meksiko dan Brasil, dua trek yang diyakini akan lebih menguntungkan bagi Red Bull Racing. (Naufal/Kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *