Viral, Aktivis Mahasiswa UMY Diduga Lakukan Pemerkosaan

  • Bagikan
Pemerkosaan
Ilustrasi kasus kekerasan seksual

Kenali.co.id, VIRAL Yogyakarta – Kabar adanya kasus pemerkosaan yang terjadi di lingkungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meredar di media sosial. Pihak kampus saat ini tengah menelusuri kebenaran dari informasi tersebut.

Informasi itu dibagikan di Instagram oleh akun @dear_umycalcaller. Akun tersebut menyebut adanya dugaan perkosaan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa yang juga disebut-sebut sebagai salah satu aktivis kampus.

Berikut caption pada unggahan akun Instagram @dear_umycatcallers hari ini, Selasa (04/01/2021):

Kronologi:

3,5 bulan yang lalu, korban dikenalkan dengan pelaku (MKA atau OCD) oleh teman korban dari fakultas lain. Kemudian korban dengan MKA mulai chatting. 3 hari kenal, MKA (OCD) meminta korban untuk menemani rapat. Namun MKA (OCD) meminta korban untuk menjemput dengan dalih MKA (OCD) tidak ada motor. Saat diperjalanan korban merasa aneh karena jalan yang dilewati sepi, seperti bukan jalan menuju ke lokasi rapat. Lalu ditengah perjalanan, MKA (OCD) berhenti ke sebuah toko untuk membeli minuman keras Setelah itu lanjut perjalanan dan sampailah ke kost pelaku. Korban bingung kenapa justru berhenti di kos. Korban dibohongi.

Sekitar jam 22, setelah MKA minum miras, ia meminta korban melakukan persetubuhan. Korban dalam keadaan sadar dan tidak minum miras. Pada waktu itu, korban sedang haid. MKA (OCD) tidak peduli akan hal itu dan korban dipaksa untuk mencuci alat kelamin, untuk berujung pada tindak persetubuhan. Korban tetap menolak.

Pelaku terus memaksa untuk bersetubuh. Karena terdesak dan terjadi relasi kuasa yang timpang, korban membersihkan darah haidnya dan terjadilah pemerkosaan. Saat perkosaan terjadi, MKA mengatakan ke korban “kamu yang kuat ya kalo sama aku, soalnya aku hypersex“.

Timbul pemerkosaan karena korban tidak sepakat/consent untuk disetubuhi.

Nb: mereka tidak dalam hubungan pacaran.

Terkait adanya informasi itu, Kepala Biro Humas dan Protokol UMY Hijriyah Oktaviani mengatakan pihaknya telah mengambil beberapa langkah.

“Dengan ini UMY telah melakukan berbagai upaya investigasi kasus tersebut. Karena UMY memiliki komitmen zero tolerance terhadap pelaku pelanggaran disiplin,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Selasa (04/01).

Pihak kampus berjanji untuk melakukan penelusuran untuk mengungkap kebenaran atas informasi tersebut sehingga bisa memberikan penanganan secara tepat dan cepat.

“UMY berupaya mendapatkan keterangan yang valid dari penyintas secara langsung bukan hanya melalui laporan di media sosial, agar dapat dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mendapatkan bukti dan kebenaran kasus tersebut,” ujarnya. (Dhea/Kenali.co.id)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *