Kelangkaan Minyak Goreng karena Aksi Borong Warga

warga
Minyak Goreng di pasar tradisional (taufik/kenali.co.id)

Kenali.co.id, NASIONAL – Hingga kini persoalan kelangkaan minyak goreng warga di Provinsi Gorontalo belum usai. Selain belum menerapkan satu harga, minyak goreng warga di Gorontalo sulit untuk didapatkan.

Menurut warga, semenjak diberlakukan satu harga oleh pemerintah, minyak goreng seketika raib. Bahkan minyak goreng yang sebelumnya mudah didapatkan di minimarket, kini sudah tidak ada lagi.

“Dulu kami datang ke minimarket untuk beli minyak goreng cepat dapat,” kata Mar Keti warga Kota Gorontalo.

Menurutnya, meskipun mahal, minyak goreng itu pasti akan laku terjual. Tetapi saat ini, selain mahal stok pun sangat terbatas.

“Kami tidak perlu murah, yang penting terjangkau,” tuturnya.

Kata Wali Kota Gorontalo

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo Marten Taha mengungkapkan, semua unsur terkait telah melakukan razia ke distributor. Ternyata, minyak goreng di Kota Gorontalo tidak mengalami kelangkaan.

“Dinas Perdagangan, Komisi B, Bulog dan unsur terkait lainnya telah turun ke lapangan. Hasilnya minyak ini ada di Kota Gorontalo,” kata Marten.

Persoalan yang terjadi hari ini adalah, saat minyak goreng tersebut disalurkan, masyarakat membeli dengan jumlah yang banyak. Akhirnya, stok yang diperkirakan bisa sampai satu bulan bisa ludes.

“Menurut distributor, minyak goreng selalu disalurkan, hanya masyarakat  saja yang membeli dalam jumlah yang banyak, jadi baru sekitar satu minggu stok sudah habis,” ujarnya.

“Sehingga, saya meminta kepada Dinas Perdagangan distribusi minyak goreng ini bisa diatur,” terangnya.

Namun kata Marten, ketika terjadi kelangkaan secara tiba-tiba bisa dipastikan karena pengiriman dari pusat terlambat. Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo bersama bulog akan terus memantau ini.

“Pokoknya warga Kota Gorontalo tenang saja, minyak Goreng bisa dipastikan akan ada saat ramadan,” ia menandaskan.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Ajak Masyarakat Bersatu membangun Jambi dari segala bidang

(taufik/kenali.co.id)