Wisatawan yang Sudah Divaksin Bebas Masuk Prancis Tanpa Tes Covid-19

wisatawan
Suasana Bandara Paris Charles de Gaulle, Paris, Prancis, Jumat (24/6/2016). (taufik/kenali.co.id)

Kenali.co.id, WISATA – Pemerintah Prancis membatalkan persyaratan tes negatif Covid-19 untuk semua wisatawan yang sudah divaksinasi saat tiba di negara itu. Hal itu termasuk wisatawan dari luar Uni Eropa.

Wisatawan atau turis yang tidak divaksinasi masih harus menunjukkan tes negatif Covid-19. Meski begitu, tindakan lain seperti pengujian pada saat kedatangan dan karantina akan dihapus jika berasal dari negara daftar hijau.

Dilansir dari The Local French, 11 Februari 2022, langkah ini dilakukan ketika negara itu terus mencatat penurunan jumlah infeksi harian.

“Ketika pelancong yang tidak divaksinasi datang dari suatu negara dalam daftar “oranye”, mereka harus terus memberikan alasan kuat yang membenarkan perlunya datang ke Prancis. Dan mungkin mereka masih harus menjalani tes acak pada saat kedatangan,” kata pernyataan pemerintah Prancis.

Sebelumnya, pemerintah Prancis mengumumkan pada 11 Februari 2022 bahwa mereka yang memiliki bukti vaksinasi valid tidak akan lagi diharuskan memakai masker di dalam ruangan, kecuali di kereta api dan pesawat mulai 28 Februari 2022.

“Mengingat fase baru pandemi yang ditandai, di sebagian besar negara, dengan dominasi varian Omicron dan vaksinasi tingkat tinggi, pemerintah telah memutuskan untuk meringankan sistem kontrol kesehatan di perbatasan, terutama untuk pelancong yang divaksinasi,” tulis pernyataan kantor Perdana Menteri Prancis Jean Castex.

Protokol Baru

Untuk saat ini, siapa pun yang datang dari luar Uni Eropa, termasuk Inggris, diwajibkan untuk memberikan hasil tes negatif yang telah diambil 48 jam sebelum perjalanan mereka, terlepas dari status vaksinasi. Pada pekan ini, kemungkinan akan ada protokol Eropa baru untuk orang yang divaksinasi yang datang dari luar Uni Eropa, dengan langkah-langkah yang dilonggarkan.

Baca Juga :  Liburan Sekolah Tiba, Ulun Danu Beratan-Tanah Lot Mulai Ramai Pengunjung

Anggota Uni Eropa pada 25 Januari lalu sepakat untuk mengkoordinasikan aturan perjalanan mereka dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang melintasi perbatasan di dalam blok. Sementara lonjakan varian Omicron telah mendorong Italia dan Denmark, misalnya, untuk memberlakukan persyaratan tes negatif baru-baru ini untuk masuk oleh sesama penduduk Uni Eropa serta bukti vaksinasi.

Prancis juga mulai mencabut serangkaian pembatasan Covid-19 pada bulan ini dan mengumumkan bahwa klub malam akan dibuka kembali mulai 16 Februari. Sementara konser dan acara olahraga juga akan diizinkan berlangsung.

Tetap Waspada

Prancis mengikuti langkah Denmark dengan mulai mencabut aturan-aturan pembatasan Covid-19, seperti pemakaian masker di luar ruangan juga tidak wajib lagi. Menurut laporan euronews, 3 Februari 2022, WFH juga kini hanya direkomendasikan saja. Kapasitas tempat seperti stadium, lokasi budaya, dan lokasi outdoor lainnya tidak perlu lagi dibatasi.

Sebelumnya, lokasi konser dalam ruangan yang awalnya dibatasi menjadi 2.000 penonton, sementara untuk luar ruangan dibatasi 5.000 orang. Dikutip dari kanal Global Liputan6.com, aturan ini sudah berlaku mulai 2 Februari 2022.

Juru bicara pemerintah Prancis, Gabriel Attal, menyebut kasus mulai berkurang selama beberapa hari terakhir, tapi ia meminta masyarakat tetap waspada. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Prancis ada di urutan kedua dunia pada daftar negara dengan kasus baru tertinggi.

Selama sebulan terakhir, ada 8,9 juta kasus COVID-19 di Prancis dan 6.756 meninggal dunia. Totalnya, ada 20 juta kasus di Prancis.